Tak Semua Napi Teroris Terlibat Insiden Mako Brimob

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tidak semua narapidana kasus terorisme di rumah tahanan Mako Brimob mendukung aksi kerusuhan 36 jam yang menewaskan lima anggota kepolisian. Hal itu dikatakan mantan terpidana kasus terorisme Abu Tholut, yang juga mantan Panglima Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI).

Dia mengatakan napi teroris di Rutan Mako Brimob tidak hanya dari satu kelompok, tapi beberapa sel yang selama ini berjuang sendiri-sendiri tanpa kordinasi. "Saya yakin tidak semua yang di sana itu mendukung kerusuhan penyerangan aparat beberapa hari lalu. Yang angkatan sekarang itu sel-nya terpecah dan berjuang sendiri-sendiri tanpa koordinasi," ujar Tholut.

Tholut menambahkan bila pola perang yang dilakukan pelaku teroris saat inipun jauh berbeda dengan yang diterapkan oleh jaringannya beberapa tahun lalu. "Kalau dulu obyek kita kan simbol Yahudi atau Amerika, dan titiknya yang sangat ramai, sehingga satu aksi bisa membawa banyak korban. Tapi kalau yang sekarang ini, mereka tidak fokus dan lebih menyasar simbol aparat yakni Polisi karena dianggap sebagai thogut,” ujar Abu Tholut.

Tholut berpendapat penyerangan Rutan Mako Brimob disertai dengan pembunuhan anggota Polri dilakukan napi teroris yang terafiliasi kelompok ISIS. Sementara itu, tak semua napiter di Rutan Mako Brimob terafiliasi ISIS, sehingga kelompok inilah yang diyakini tidak mendukung adanya penyerangan. (*)

BERITA REKOMENDASI