Tangerang Selatan dan Sleman Wilayah Favorit Pencarian Properti

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selama tahun 2020-2021 kota yang menjadi favorit pencari lokasi properti masih dipegang oleh Tangerang Selatan Banten dan Sleman Yogyakarta. Hal ini ditopang oleh pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol.

Berdasarkan hasil survei rumah123.com bahwa Tangerang Selatan mengalami peningkatan pencari properti sebesar 117 persen, kemudian Sleman Yogyakarta meningkat 42 persen, Surabaya Jawa Timur 38 persen, Jakarta Pusat 29 persen, Jakarta Utara 27 persen, Bandung sebesar 36 persen, Denpasar 20 persen, Semarang 16 persen, Jakarta Barat sebesar 16 persen dan Bogor sebesar 7 persen.

“Kota pencari properti paling tinggi adalah Tangerang Selatan Banten dan Sleman Yogyakarta. Ini dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol,” kata Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan, dalam acara Properti Outlook 2022 Era Kebangkitan Sektor Properti Tanah Air secara daring Jakarta, Selasa (18/01/2022).

Dikatakan sepanjang tahun 2020-2021, pencarian properti 84,1 persen adalah pencari rumah tapak, dibanding sektor properti lainnya. Diperkirakan tren ini akan terus berlanjut pada tahun ini.

“Hasil survei pencarian rumah tapak masih mendominasi pasar mencapai 84,1 persen dibandingkan sektor lainnya, seperti tanah, apartemen dan perkantoran,” kata Wasudewan.

Menurut Wasudewan, dari pencarian rumah tapak tersebut harga dibawah Rp 400 juta alami kenaikan cukup signifikan pada semester II tahun 2021 sebesar 39,1 persen naik dibanding semester I sebesar 37,9 persen. Rumah tapak dengan harga rumah Rp 400-650 juta turun dari semester I tahun 2021 10.6 persen sedangkan semester II menjadi 9,5 persen. Harga rumah dengan harga Rp 650 juta sampai Rp 1 miliar juga alami penurunan. Semester I sebesar 11 persen turun 10,4 persen pada semester II.

Rumah dengan Rp 1-2 miliar juga ikut turun 16,5-15 persen per semester, rumah dengan harga Rp 2-3 miliar naik dari 7,5 persen pada semester I ke 7,8 persen pada semester II. Rumah dengan harga Rp 3-5,5 miliar naik dari 6,7 persen jadi 7,2 persen per semester.

Begitu pula dengan rumah dengan harga Rp 5-10 miliar naik dari 5,1 persen menjadi 5,7 persen. Rumah dengan harga Rp 10 miliar keatas naik 4,6 persen menjadi 5,2 persen.

Sementara itu Executive Director Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan rumah tapak masih menjadi incaran masyarakat terbanyak ketika melakukan pencarian tempat tinggal. Meski sempat mengalami penurunan di tahun-tahun sebelumnya, kalangan pemerhati real estate yakin tahun 2022 akan menjadi era kebangkitan properti di Indonesia.

Ali menambahkan, pertumbuhan penjualan rumah tapak ready stock pada kuartal IV 2021 juga tumbuh tinggi 76,8 persen (qtq), melanjutkan tren pertumbuhan yang terjadi sejak program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diberlakukan pada 1 Maret 2020.

“Kami di sektor properti melihat insentif PPN ini sangat penting. Pertumbuhan penjualan rumah ready stock meningkat ketika ada insentif PPN, sedangkan untuk penjualan rumah indent terjadi indikasi melambat. Jadi memang jumlah unit yang terjual sangat terpengaruh dengan insentif kebijakan ini,” kata Ali.

Dikatakan, secara umum kinerja pasar perumahan tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3 persen dan kenaikan nilai penjualan 69,0 persen. Sampai kuartal III tahun 2021, pasar perumahan terus terkonsentrasi di segmen menengah-atas. Namun pada kuartal IV tahun 2021, pasar perumahan terlihat mulai bergerak ke segmen yang lebih rendah, meskipun belum membentuk tren yang stabil.

Pada kuartal IV 2021, komposisi unit terjual di segmen kurang dari Rp 300 juta sebesar 24,78 persen, segmen Rp 300 – 500 juta 25,02 persen, segmen Rp 500 juta – Rp 1 miliar 25,46 persen, segmen Rp 1-2 miliar 14,47 persen, dan segmen di atas Rp 2 miliar 10,27 persen.

“Pada kuartal IV 2021, pergerakan pasar mulai bergerak ke segmen menengah setelah dalam tiga kuartal berturut-turut didominasi oleh segmen menengah sampai atas. Komposisi penjualan di segmen menengah Rp 300 jutaan sampai Rp 1 miliaran mendominasi penjualan rumah tapak pada kuartal IV 2021,” kata Ali. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI