Tantangan Program Kependudukan Masih Tinggi

BOGOR, KRJOGJA.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menetapkan penduduk merupakan titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Artinya pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta meningkatkan kualitas generasi mendatang untuk mensukseskan pembangunan.

Demikian Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo di Bogor Minggu (20/5 2018) pada kegiatan Temu Kerja Penyusunan Pedoman Pengelolaan Penilaian Angka Kredit Penyuluh KB dan Organisasi Profesi Penyuluh KB di Hotel 101 Bogor Suryakencana, Bogor-Jawa Barat. 

Sigit menjelaskan ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam membahas integrasi penduduk dan pembangunan yaitu penduduk tidak hanya diperlakukan sebagai obyek tetapi juga subyek yang berpartisipasi penuh dalam pembangunan.
 
"Ketika penduduk memiliki peran sebagai subyek pembangunan, maka diperlukan upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas penduduk dalam pembangunan. Hal ini menyangkut pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas," jelas Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo .

Sigit mengakui tantangan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) saat ini masih tinggi. Meskipun angka TFR sudah mengalami penurunan dari 2,6 menjadi 2,4 pada tahun 2017 setelah mengalami stagnansi selama 10 tahun terakhir, namun tantangan-tantangan lainnya seperti capaian pemakaian kontrasepsi modern (capaian 2017 : 57,2% target 2018 : 61,1%), kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (capaian 2017 : 10,6%, target 2018 : 10,14%) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pada akhir tahun 2019. 

"Mulai Januari 2018 yang lalu, sejumlah kurang lebih 15.131 Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB yang berstatus PNS telah resmi bergabung menjadi bagian dari BKKBN. Artinya sekarang ini Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB adalah anggota keluarga besar dari BKKBN, ujar Sigit. (Ati) 

 

BERITA REKOMENDASI