Tantangan Terberat Indonesia Adalah Soal Reformasi Birokrasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa salah satu upaya untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni dengan melakukan transformasi dan reformasi birokrasi. Tidak hanya hanya di bidang pendidikan, ekonomi dan pembangunan, melainkan seluruh instansi pemerintah.

"Kita dorong reformasi birokrasi. Ini jadi tantangan besar kita bagaimana kita bisa desain sesuatu yang efisien. Birokrat dan birokrasi penting sekali," katanya, Jumat (9/8/2019).

Menteri Sri Mulyani memandang selama ini sistem kerja yang ada di pemerintah pusat maupun daerah masih cukup rumit. Sebab, kebanyakan pelayanan yang dilakukan masih banyak campur tangan atau perantara sehingga dinilai tidak efisien.

"Kita sudah melakukan misal OSS agar investment tidak terlalu banyak menghadapi proses. Dengan teknologi, bisa efisien. Kalau birokrat tidak ada kerjaan, dia akan buat kerjaan dan itu jadi additional cost. Di satu sisi kita butuh birokrat efisien kompeten, di sisi lain butuh perbaikan efisiensi di pusat maupun daerah," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengaku telah diperingati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan sistem reformasi birokrasi sebaik-baiknya. Permintaan itu pun telah disampaikan berkali-kali kepada semua Kementerian Lembaga dalam rapat kabinet.

"Peringatan dari presiden untuk kita di birokrasi. Beliau merasa bahwa reformasi birokrasi sekarang belum menyentuh esensi dari birokrasi itu sendiri," kata Menteri Bambang.

Menteri Bambang mengatakan, selama ini Presiden memandang birokrasi itu ada untuk memperlancar ekonomi secara nasional, bukan justru menciptakan regulasi berlebihan yang kemudian mematikan semangat berinvestasi.(*)

BERITA REKOMENDASI