Tax Amnesty Jilid II Dianggap Mengurangi Kepatuhan Wajib Pajak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Berbagai kalangan menilai rencana pelaksanaan pengampunan pajak (tax amnesty) jilid II justru akan mengurangi kepatuhan pajak. Alasannya, wajib pajak (WP) akan cenderung berpikir untuk memanfaatkan pengampunan pajak ketimbang membayar pajak sesuai dengan ketentuan.

Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan wajib pajak yang mengikuti tax amnesty jilid I merupakan wajib pajak yang berusaha untuk patuh pada aturan. Namun, pelaksanaan jilid kedua seolah memberi pengampunan kepada wajib pajak yang tidak patuh pada jilid I.

"Berarti yang terjadi mereka bisa berubah perilaku, yang tadinya disiplin, untuk apa disiplin karena ada jilid berikutnya," katanya.

Dasar teori tax amnesty, lanjutnya, adalah pengampunan yang sifatnya sekali seumur hidup. Itu berarti seharusnya tak ada pengampunan pajak lanjutan.

"Secara teori dia akan berdampak mengubah perilaku pembayar pajak. Sederhananya kalau kita diampuni, maka orang kecenderungan tidak patuh," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI