Tax Amnesty Pajak Masuk Mabes TNI

JAKARTA (KRjogja.com) – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak menggelar sosialisasi Tax Amnesty Pajak, yang diikuti oleh Perwira Menengah TNI  berpangkat Kolonel di jajaran Mabes TNI, bertempat di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (15/9/2016).

Amnesty pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terhutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan.

Sosialisasi Tax Amnesty tersebut diawali dengan sambutan dari Wakil Asisten Perencanaan Umum (Waasrenum) Panglima TNI Brigjen TNI Arif Rahman, dilanjutkan Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak Dadang Suwarna.  

Waasrenum Panglima TNI Brigjen TNI Arif Rahman mengatakan bahwa Tax Amnesty tahap satu akan berakhir pada tanggal 30 September 2016. Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Pajak Nomor 11 tahun 2016 dan ditinjaklanjuti Ditjen Pajak. “Oleh karena itu, sebagai warga negara yang taat pajak yang memiliki NPWP perlu mengetahui secara mendalam apa lisensi dari Undang-Undang Ditjen tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Penegakan Hukum Ditjen Pajak Dadang Suwarna menyampaikan, bahwa latar belakang amnesty pajak, sebetul banyak perusahaan atau wajib pajak berpribadi yang sudah punya usaha, namun nyatanya belum melaporkan seluruhnya transaksi perdagangan ke direktorat pajak, dilain pihak banyak saudara-saudara kita bertebaran di seluruh dunia ini yang mempunyai harta disimpan dan diolah di luar negeri.

“Pemerintah bersama DPR, membuat terobosan dengan membuat UU Nomor 11 tahun 2016, tentang pengampunan pajak atau Tax Amnesty,” kata Bapak Dadang Suwarna. (*)
 
 

BERITA REKOMENDASI