Temukan Penyimpangan Dana BOS, Laporkan!

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun anggaran 2020. Jika sebelumnya Pemerintah Pusat menggelontorkan dana BOS ke Pemerintah Daerah, saat ini dana BOS disalurkan langsung ke rekening sekolah penerima.

“Kami memastikan dana BOS yang dikeluarkan sekolah akan dapat diawasi dan transparan. Pemakaiannya dapat terlihat dalam sistem yang kami miliki dan sekolah mesti melaporkan penggunaan dana BOS secara berjangka,” ujar Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin di Kemendikbud, Jumat (21/2). Dikatakan, laporan penggunaan dana BOS juga harus diumumkan di dinding pengumuman sekolah agar dapat diketahui oleh siswa, guru, orangtua, komite sekolah serta masyarakat.

Jika ada yang tahu penyimpangan penggunaan dana BOS, bisa segera melaporkan ke Kemendikbud. Informasi, pertanyaan dan/atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung atau melalui telepon, surat dan/atau email. Media yang digunakan di laman: bos.kemdikbud.go.id atau Surat Elektronik (Surel): bos@kemdikbud.go.id. Sebelumnya Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menetapkan maksimal 50 persen dari dana BOS dapat digunakan untuk membayar gaji guru honorer. Sebelumnya, pembayaran gaji guru honorer bisa diambil dari total dana BOS dengan porsi maksimal 15 persen untuk sekolah negeri dan 30 persen untuk sekolah swasta.

Namun, dana tersebut tidak dapat dipakai membayar guru non ASN baru. Menurut Muchlis, upaya ini adalah kebijakan Merdeka Belajar Episode 3 yang memang menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan guru-guru non ASN di Indonesia. “Ini untuk efisiensi dan pencegahan keterlambatan pembayaran sekolah kepada guru honorer,” ujarnya. Muchlis menjelaskan mekanisme dana BOS disalurkan dari Pemerintah Pusat ke seluruh sekolah.

Pemerintah akan menyalurkan ke rekening sekolah atau rekening kepala sekolah di sekolah tersebut.
Setelah itu kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah tersebut akan mengalokasikan dana BOS untuk berbagai keperluan sekolah, antara lain pembelian buku, gaji guru honorer, hingga kebutuhan teknis sekolah. Melalui laman BOS, kepala sekolah akan melaporkan penggunaan dana BOS setiap bulan, lengkap dengan bukti pembayarannya.

BERITA TERKAIT