Tenaga Kerja Terampil Jadi Target Pemerintahan Jokowi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah kini terus berupaya untuk mencetak pekerja terampil dalam negeri untuk ditempatkan di berbagai sektor industri. Salah satunya dengan mengedepankan pendidikan vokasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lolli Martina Martief dalam keterangnnya mengatakan harus ada sertifikasi untuk tenaga kerja terampil.

"Jadi kalau mau masuk suatu institusi atau kementerian, semua harus berbasis kompetensi. Sekarang keterampilan juga dibutuhkan supaya nanti terukur kompetensinya, itu dinyatakan dengan sertifikat," jelasnya, Jumat (20/4/2018).

Dia menyatakan, pemerintah sedang membuat roadmap mengenai profesi mana saja yang sektor industri saat ini butuhkan. Ada enam sektor yang akan didorong untuk pendidikan vokasi, antara lain manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran.

Lolli menyarankan kepada para calon sarjana maupun siswa SMK, bahwa mereka harus perbanyak tambahan kursus sebelum bekerja agar nantinya matang di lapangan, dan itu dinyatakan dalam sebuah sertifikat.

"Pemerintah sedang mengarah untuk memperbaiki dan memperbanyak tenaga terampil. Sekolah-sekolah pendidikan pun juga di-create dengan pendekatan vokasi," tutur dia.

"Contohnya, di Kementerian PUPR kalau yang bergelar magister. Misal magister untuk rekayasa bendungan atau bangunan tinggi, dia langsung diterjunkan di lapangan, kayak buat rusun, bendungan, dan sebagainya," tandas Lolli.(*)

BERITA REKOMENDASI