Terbitnya Kembali Harapan Calon Penghapal Alquran di Lombok

Editor: KRjogja/Gus

SUARA anak-anak mengaji begitu terasa di Desa Sembalun Lawang. Suara yang hadir selepas salat Magrib seakan menghiasi sudut-sudut jalan, terutama di dekat dengan musala dan masjid. Belasan anak, berkumpul dengan didampingi ustadz atau guru mengaji yang masih muda. Setelah selesai mengaji, biasanya anak-anak melanjutkan belajar di rumah, khusus mata pelajaran yang disampaikan guru di sekolah.

Bagi kebanyakan warga desa tersebut,  pendidikan agama sangat vital bagi pendidikan karakter pada anak mereka. Para orang tua mengharapkan anaknya memiliki landasan agama yang kuat, termasuk mampu menghapal Alquran.

Hadirnya  Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT)  Darut Tauhid dengan program full day school dengan tambahan pelajara agama yang kuat, menjadi pilihan utama para orang tua. Apalagi sekolah tersebut menghasilkan para tanfidz (atau penghapal Alquran) yang masih muda, karena sudah dididik saat TK (PAUD) yang dikelola SDIT tersebut.

Namun proses belajar mengajar  di sekolah tersebut menjadi terganggu setelah gedung mereka sebagian hancur terkena dampak gempa bumi. Dan para siswanya harus belajar di tenda darurat.
Kini harapan untuk belajar kembali secara normal muncul kembali, setelah tim Teknis Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari Kedaulatan Rakyat

meninjau sekolah tersebut dan melakukan pengukuran bangunan yang rusak. Tim Teknis yang terdiri dari Herry Geha ST dan Nawaruddin hadir, mengukur, menggambar dan melakukan pengecekan biaya yan dibutuhkan untuk membangun kembali ruang sekolah yang roboh untuk kemudian dibangun kembali dengan biaya dari Sumbangan Pembaca KR.

Sedangkan pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan panitia pembangunan yang keanggotaannya terdiri dari unsur sekolah, komite sekolah, wakil masyarakat dan pemuka agama. Dalam pelaksanaan  akan  diawasi agar sesuai dengan standar mutu yang diminta dengan bangunan tahan  gempa  . Sedangkan pengerjaan dengan menggunakan potensi lokal serta dengan pengawasan yang optimal.

Tim bertemu dengan Kepala Sekolah Suwardi SPd , para ustadz yang mendidik anak-anak serta tokoh agama setempat, yakni Ustadz Humaidi. Dalam pertemuan tersebut didiskusikan sistem pengawasan dan mekanisme pelaporan hasil kerja pembangunan kembali ruang kelas dengan pondasi baru tahan gempa yang diperkirakan akan membutuhkan biaya Rp 432 juta.

“Kami sangat mengucapkan banyak terima kasih atas rencana membangunkan kembali ruang-ruang yang hancur,” ungkap Kepala Sekolah SDIT Darut Tauhid di sela pemasangan Papan Akan Direkonstruksi kembali SDIT Darut Tauhid oleh Pembaca KR.

Ditegaskan, pihaknya bersama komite sekolah, para ustadz dan masyarakat akan menjaga amanah dari Pembaca KR, sehingga pembangunan kembali ruangan baru bisa sesuai harapan. Bagaimanapun jika nantinya terbangun, yang akan mendapat manfaat adalah para murid yang akan menjadi para penghapal Alquran. (Jon)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI