Terkait Kasus E-KTP, Ini Kesaksian Mantan Sekjen Kemendagri

JAKARTA, KRJOGJA.com – Salah satu pengakuan yang dijadikan KPK untuk mendakwa keterlibatan Setya Novanto dalam kasus e-KTP adalah pertemuannya dengan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini, beberapa tahun lalu. Namun dalam sidang kasus e-KTP di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Diah Anggraini menyebut jika pertemuan tersebut bukanlah apa-apa.   

Dalam persidangan tersebut, saksi Diah Anggraini bertemu Setya Novanto di Grand Media dalam rangka berkenalan saja.  Diah Anggraini juga tidak mengetahui siapa yang memperkenalkan Andi Narogong ke Burhanuddin Napitupulu, anggota DPR RI 2009-2014.

“Saksi Diah Anggraini tidak pernah mendengar atau mengetahui adanya fee 5% untuk DPR, khususnya ke Setya Novanto,” ujar Firman Wijaya menirukan kesaksian mantan Sekjen Kemendagri tersebut.

Sementara  dalam kesaksian sebelumnya Andi Narogong menyatakan jika Irman sempat menyebut adanya fee 5 persen dari total anggaran untuk DPR. Dalam pertemuan di Grand Media, saksi Diah Anggraini juga menjelaskan bahwa Setya Novanto tidak pernah menyampaikan kepada dirinya perihal anggaran proyek e-KTP.

“Menurut saksi Diah Anggraini, urusan tersebut adalah urusan Komisi II DPR,” ungkap Firman Wijaya dari fakta persidangan.

Selain itu Saksi Diah Anggraini kembali menyatakan bahwa pencairan anggaran proyek e-KTP tidak ada hubungannya dengan Setya Novanto.

Terkait hal tersebut kuasa hukum  Setya Novanto,  Firman Wijaya, dari fakta persidangan tersebut, terdapat beberapa fakta yang mengejutkan. Dalam kesaksian sebelumnya yang diberikan oleh Gamawan Fauzi, mantan Mendagri terungkap jika dalam proyek tersebut dinilai tidak ada kerugian negara seperti yang dituduhkan oleh KPK.

Terlebih setelah Gamawan bersaksi tentang proyek tersebut. “Berdasarkan keterangan saksi Gamawan Fauzi, pengadaan proyek e-KTP, setelah diaudit oleh BPK dan BPKP tidak ditemukan adanya pelanggaran.

"Hal ini dibuktikan dengan diterimanya status WTP (wajar tanpa pengecualian) selama dua tahun berturu-turut pada saat itu,” ujar Firman Wijaya, menirukan kesaksian Gamawan dalam persidangan.

Secara lebih detil, Setya Novanto juga disebut oleh Gamawan, begitu pula saksi yang lain Diah Anggraini, mantan Sekjen Kemendagri, jika Ketua  Fraksi  Golkar 2009-2014 itu tidak melakukan intervensi dalam bentuk apa pun.

“Saksi Gamawan dan saksi Diah Anggraini menegaskan tidak ada intervensi Setya Novanto terhadap anggaran proyek e-KTP,” ucap Firman menirukan kesaksian Gamawan dan Diah.

Fakta ini tentu mengejutkan dan berseberangan dengan dakwaan Jaksa KPK terhadap Setya Novanto. Firman meminta agar kesaksian kedua tokoh penting di balik proyek e-KTP ini menjadi fakta hukum yang harus dijadikan pertimbangan dalam sidang tersebut. Apalagi Gamawan adalah Ketua harian proyek e-KTP seperti tertuang dalam Keppres no 10 tahun 2010. (Sim)

 

BERITA REKOMENDASI