Ternyata, Hanya 40 Persen Guru Kuasai Teknologi

BALI, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan International Symposium On Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL), dengan mengangkat tema 'Making Education 4.0 for Indonesia', diselenggarakan pada 3-5 Desember 2018, di Bali.

"Indonesia telah meluncurkan rencana pembangunan ekonomi nasional Making Indonesia 4.0. Untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut, Kemendikbud membuat inisiatif dengan menyelenggarakan simposium internasional dengan tema Pendidikan 4.0. untuk Indonesia,” demikian Mendikbud Muhadjir Effendy dalam pembukaan simposium tersebut, Senin (03/12/2018) malam.

"Keberadaan Teknologi Infomasi Komunikasi (TIK) menjadi peluang dan tantangan. TIK menurut Mendikbud, membantu pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif, atau lebih mudah dan sederhana. Peningkatan digitalisasi dan otomasi ini juga berdampak signifikan terhadap pendidikan dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Mendikbud.

Dengan pendidikan 4.0, kata Mendikbud, dapat menutup kesenjangan dalam penyediaan akses dan pendidikan berkualitas untuk populasi atau daerah yang terisolasi. Pemerintah telah menyediakan akses informasi, komunikasi, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dan pedesaan melalui program Universal Service Obligation (USO) dan pelatihan rumah belajar ke guru di daerah.

“Untuk melaksanakan program di atas, kami bermitra dengan Kemenkoinfo, dan juga dengan sektor swasta, dengan memberikan program yang disebut Bantuan TIK untuk Sekolah di Wilayah 3T. Hingga tahun ini, lebih dari 1.400 sekolah di daerah terpencil hampir di semua provinsi telah terhubung dengan akses internet,” terang Mendikbud.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gogot Suharwoto mengatakan hanya 40 persen guru non-teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi.

"Kami sudah melakukan survei, dan hasilnya hanya 40 persen guru non-TIK (yang tidak mengajar TIK), yang siap dengan teknologi. Data yang kami punya itu berdasarkan nama dan alamatnya," ujar Gogot usai pembukaan simposium internasional pembelajaran jarak jauh atau  International Symposium on Open Distance and e-learning (Isodel) 2018 di Badung, Bali.
 
Hal itu pula yang menjadi kendala dalam mencapai pendidikan yang sesuai dengan revolusi 4.0. Kendala lainnya, adalah ketersediaan jaringan internet terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). (Ati)

BERITA REKOMENDASI