Terobosan Merdeka Belajar Episode 6, Jadikan PT Lebih Siap Hadapi Masa Depan

Editor: KRjogja/Gus

Nizam menjelaskan 8 IKU yang menjadi tugas utama bagi perguruan tinggi adalah mendidik mahasiswa agar mereka menjadi sarjana yang bisa produktif, membuat mahasiswa beradaptasi dengan cepat untuk masuk ke dunia kerja, memperbanyak dosen berinteraksi dan berhubungan dengan industri, kemudian memperbanyak profesional dunia kerja yang ikut mendidik menyiapkan mahasiswa di dalam kampus. Hal ini bertujuan agar terjadinya perkawinan silang antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Lebih lanjut Nizam memaparkan bahwa karya dosen harus bisa dimanfaatkan di masyarakat agar bisa meningkatkan ekonomi bangsa serta meningkatkan teknologi. Kurikulum juga dinilai dari seberapa banyak perguruan tinggi bekerja sama dengan mitra-mitra berkelas dunia. Selanjutnya, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori tetapi juga diajarkan bagaimana _problem solving_ di dunia kerja, dan yang terakhir adalah program studi yang diakreditasi secara internasional atau tersertifikasi oleh lembaga-lembaga yang memiliki lisensi.

“Perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi negeri memiliki sumber pendanaan pemerintah pada biaya operasional APBN. Oleh karena itu, pemberian insentif berdasarkan 8 IKU yang tercapai dan bahkan terlampaui akan diberikan tambahan alokasi untuk APBN dan akan mulai dilakukan pada 2021,” pungkas Nizam.

Dalam diskusi ini, Rektor Universitas Sebelas Maret, Jamal Wiwoho mengaku sangat mengapresiasi peningkatan anggaran untuk PTN dan PTS di tahun 2021 yang terbilang cukup signifikan yakni sebesar 4,9 triliun rupiah dibandingkan pada 2020 yang hanya sebesar 2,9 triliun rupiah. Kenaikan tersebut kemudian dibagi untuk disalurkan pada tiga terobosan, yaitu _matching fund_ (dana penyeimbang kontribusi mitra) sebesar 250 miliar, _competitive fund_ (dana pemilihan program kompetisi Kampus Merdeka) sebesar 500 miliar, dan alokasi insentif biaya operasional atau bantuan pendanaan bagi PTN dengan capaian IKU yang baik sebesar 1,3 triliun.

“Perguruan tinggi menyambut gembira adanya tiga terobosan ini karena diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan tentu apa yang disebut dengan pengangguran tak kentara atau pengangguran intelektual dapat ditekan. Dengan adanya delapan IKU ini yang diperas menjadi tiga (kualitas lulusan, kualitas kurikulum, dan kualitas dosen serta tenaga pengajar) rasanya mudah secara kuantitatif bisa dibentangkan terkait mau dibawa kemana perguruan tinggi di Indonesia dan lulusan-lulusannya. Peningkatan pendanaan juga bisa membuat perguruan tinggi berlari cepat dalam menyelaraskan diri antara kampus dengan industri,” harapnya.

BERITA REKOMENDASI