Terobosan Merdeka Belajar Episode 6, Jadikan PT Lebih Siap Hadapi Masa Depan

Editor: KRjogja/Gus

Pasalnya, menurut Jamal, anggaran pendidikan tinggi di Indonesia selama ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan tinggi di luar negeri. Keterbatasan anggaran ini berakibat pada mutu pendidikan yang dapat dilihat dari akreditasi masing-masing perguruan tinggi sebagai parameter mutu pendidikan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Rektor dari Universitas Airlangga, Mohammad Nasih pun turut menyampaikan pendapatnya terkait lKU bagi PTN. Hal tersebut dimulai dari melahirkan lulusan-lulusan yang kompetitif, sejahtera, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tetapi selama ini terdapat kendala dalam masalah finansial untuk berlari lebih cepat lagi dalam menyiapkan generasi-generasi yang baik.

“Saya pikir Universitas Airlangga sangat diuntungkan dengan kebijakan dari Kemendikbud, yang mana bertepatan dengan penyusunan rencana strategis (renstra) Universitas Airlangga. Karena hal-hal yang berkaitan dengan IKU, aktivitas, dan program harus mengacu kepada renstra yang dimiliki oleh universitas,” ujarnya.

Selain itu, Nasih juga menjelaskan bahwa Universitas Airlangga memiliki 2 pendekatan, yaitu pendekatan kultural dan struktural. Dalam pendekatan kultural telah disiapkan 5 macam program strategis, yaitu _smart university, smart education, meaningful research, accelerated innovations, and green campus_. Dalam segi struktural juga dilakukan berbagai macam pembenahan.

“Salah satu bentuk dorongan kami terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah dengan meresmikan _science and technopreneur_ yang diharapkan dapat mengumpulkan berbagai potensi, baik pada mahasiswa maupun dosen. Dengan tujuan agar para mahasiswa dan dosen dapat bermitra dengan berbagai pihak dan menggunakan kemampuan intelektualitasnya untuk saling menambah kapasitas diri,” pungkasnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI