Terus Tumbuh, Pemerintah Andalkan Pariwisata

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan pariwisata Indonesia pada tahun 2018 ini sekitar 22 persen atau jauh berada di atas pertumbuhan ekonomi dunia dan regional yang hanya 6-7 persen. Karena, itu tidak salah jika pemerintah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sektor penerimaan devisa negara.

"Pencapaian pertumbuhan ini tidak lepas dari adanya Nomadic Solution atau temporery solution atau solusi sementara terutama dengan penetapan 10 destinasi baru. Menang dalam kurun 5 tahun pembentukan 10 destinasi baru belum  cukup, namun ada Nomadic Solition  yakni soluti sementara untuk destinasi baru tersebut," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya disela sela hala dinner pemilihan Putri Pariwosatab2018 di Jakarta, Senin malam (17/09/2018).

Dikatakan, solusi sementara atau nomadic solution yang ditempuh adalah membuat wisatawan yang selama ini ke suatu destinasi ada tiga jenis yakni domadic akses, akomodasi dan glamping. Untuk solusi glamping ini akan menyasar wisatawan yang  sifatnya backpakers. Diperkirakan jumlah wisatawan ini mencapai 27 juta orang dengan dengan pengeluaran sekitar 2.3 juta dolar AS.

"Wisatawan the luxpackers sekitar pengeluaran 7,7 juta orang dengan pengeluaran sekotar 23 juta dokar AS serta the flashpackers mencapai 5 juta orang dengan pengeluaran mencapai 7 miliar dolar AS. Untuk nomadic akses dan nomadic akomodasi, saat ini, pemerintah tengah melakukannya di Yogyakarta, Danau Toba dan Labuhan Bajo."

Dijelaskan, dengan adanya nomadic solusi ini , pemerintah akan mengubah solusi yang sementara menjadi solusi fix. Dengan cara membuat  nomadic digital yakni aplikasi khusus untuk setiap destinasi baru.  

Dengan digital ini akan menjadi promosi  bagi destinasi baru tersebut sehingga masyarakat yang selama ini belum mengetahui daerah tersebut mulai mengetahui sehingga ada keinginan untuk berkunjung ke destinasi baru ini.

"Saat ini sudah jaman digital, karena orang lebih sula buka internet untuk mencari deatinasi baru yang belum.pernah mereka kunjungi. Makanya kami ingin destinasi yang baru ini dimasukkan.secara digital agar orang tahu ada destinasi baru yang layak dikunjungi,” tegasnya. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI