THR Diproyeksi Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian tumbuh 5,2 persen pada periode April-Juni 2018 karena pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Lebaran serta gaji ke-13. Apalagi itu diberikan mendekati jadwal masuk anak sekolah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pemberian THR dan gaji ke-13 dari pemerintah akan menjadi stimulus fiskal ke masyarakat. Itu akan membuat konsumsi rumah tangga terangkat dan memberi sumbangan yang lebih besar ke pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan fiskal bisa mendorong konsumsi. Ini membuat geliat ekonomi terus meningkat dari kuartal I 2018 (Januari-Maret)," ujar Perry.

Ia memperkirakan konsumsi rumah tangga meningkat lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan konsumsi periode Januari-Maret 2018 sebesar 4,95 persen. Hal ini, sambung Perry, ditunjukkan dengan survei penjualan eceran atas pembelian masyarakat yang tumbuh 4,1 persen secara tahunan pada April 2018 dari sebelumnya hanya 2,5 persen pada Maret 2018.

"Sejumlah barang mencatat penjualan yang cukup tinggi, misalnya makanan, minuman, tembakau, dan Bahan Bakar Minyak (BBM)," katanya.

Survei konsumen BI juga menyebut kepercayaan masyarakat untuk membelanjakan uangnya meningkat 2,9 poin menjadi ke level 125,1 pada Mei 2018. Perry menjelaskan, itu karena pengaruh sentimen pemberian THR dari pemerintah dan perusahaan swasta. (*)

THR

BERITA REKOMENDASI