Tim 10 DPD RI Mulai Bekerja, Mengundang Ketua RT, Dirut Bulog, hingga Menteri

JAKARTA (KRjogja.com) – Tim 10 DPD RI bentukan pimpinan DPD RI mulai hari Senin (26/9) bekerja. Mereka bertugas untuk mencari, menghimpun, dan mengkaji data dan informasi masalah Irman Gusman yang disangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlibat dalam perkara kuota gula impor.

Tim 10 terdiri atas 10 senator, yaitu Juniwati Tedjasukmana Masjchun Sofwan (senator asal Jambi), Intsiawati Ayus (senator asal Riau), Djasarmen Purba (senator asal Kepulauan Riau), Ahmad Hudarni Rani (senator asal Kepulauan Bangka Belitung), Muhammad Asri Anas (senator asal Sulawesi Barat), Gede Pasek Suardika (senator asal Bali), Andi Muhammad Iqbal Parewangi (Ketua Badan Kerjasama Parlemen, senator asal Sulawesi Selatan), Ahmad Subadri (senator asal Banten), Muhammad Afnan Hadikusumo (Ketua Panitia Perancang Undang-Undang, senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Anang Prihantoro (senator asal Lampung). Koordinatornya Asri, sedangkan jurubicaranya Iqbal.

Tim terbentuk berdasarkan hasil rapat Panitia Musyawarah DPD RI yang penetapannya melalui Keputusan Pimpinan DPD RI Nomor 01/Pimp/I/2016-2017 tentang Pembentukan Tim Pengkajian Permasalahan Terkait Kasus Irman Gusman tertanggal 19 September 2016.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim 10 berada di bawah pimpinan DPD RI. Tim mengundang sejumlah pihak terkait mulai hari Senin (26/9/2016).

Hari Senin (26/9/2016), Tim 10 mengundang Ketua RT, ajudan, pengawal, woorijder, penjaga, dan supir yang bertugas saat kejadian atau mengetahui peristiwa tanggal 17 September 2016 itu. “Kita ingin mengumpulkan informasi dan mendalami kasus ini mulai dari latar belakang hingga terjadinya peristiwa penangkapan,” kata Asri  Gedung Nusantara III Kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (27/9/2016). (Sim)

BERITA REKOMENDASI