Tim Ditjen Hubla Uji Petik Kapal di Pelabuhan Makassar

MAKASSAR,KRJOGJA.com – Tim Uji Petik Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub yang dipimpin Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Rudiana melakukan pemeriksaan kapal penumpang di Pelabuhan Makassar. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin terwujudnya rasa aman dan nyaman pada pelaksanaan angkutan mudik Lebaran 2017.

"Pemeriksaan kapal penumpang ini bertujuan untuk memastikan agar semua sarana dan prasarana transportasi laut termasuk kapal penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas di atas kapal untuk melayani angkutan Laut Lebaran 2017 dalam kondisi baik dan siap mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran," kata Rudiana, di Pelabuhan Makassar, Jumat (09/06/2017).

Dari data yang ada pada Kantor kesyahbandaran utama Makassar, saat ini terdapat 24 kapal yang terdaftar untuk melayani angkutan Lebaran tahun 2017. Dari sejumlah kapal tersebut sebanyak, semuanya sudah diperiksa dan dinyatakan siap beroperasi.

Uji petik di Pelabuhan Makassar dilakukan pada KM. Kirana IX dan KM Dharma Kartika III milik PT. Dharma Lautan Utama. Selain memeriksa dokumen-dokumen kapal, petugas yang terdiri dari marine inspector itu juga mengecek manajemen keselamatan kapal, yakni dari peralatan keselamatan, ruang kendaraan (car deck), hingga ke bagian mesin kapal.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, tim mendapatkan temuan tinggi muatan truk kurang dari satu meter dari fire spinkler kapal. "Semua truk memang di-lashing, namun tinggi truk terlalu dekat dengan fire splinkler," jelas Rudiana.

Fire sprinkler merupakan alat pemadam api dan ketika api menyala pada komponen di dekat sistem sprinkler, menyebabkan temperatur tinggi pada sensor di sprinkler. Sensor secara otomatis dihubungkan pada sprinkler dan mengeluarkan air. Air yang keluar dari nozzle berukuran kecil dengan tekanan yang tinggi sehingga dapat memadamkan api. "Nah kalau jarak atas truk dengan sprinkler, bagaimana sprinkler dapat bekerja efektif memadamkan api,” ujar Rudiana.

Terhadap temuan itu, Rudiana meminta nakhoda kapal untuk memperbaikinya. "Jangan membahayakan keselamatan seperti itu. Kalau ada apa-apa, nakhoda yang pertama-tama harus bertanggungjawab," tegasnya. (Imd).

BERITA REKOMENDASI