Tim Terbang Layang Jalani Orientasi Medan

Editor: Ivan Aditya

MIMIKA, KRJOGJA.com – Tim terbang layang DIY mulai melakukan terbang di kawasan Lapangan Udara (Lanud) TNI AU Timika sebagai persiapan akhir sebelum tampil di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian penting dari orientasi medan yang akan menjadi tempat perlombaan pada PON kali ini.

Pelatih tim terbang layang DIY, Letnan Satu Angkatan Udara Ariyanto kepada KRJOGJA.com di Mimikan melalui sambungan telepon, Selasa (21/09/2021) menjelaskan, setelah menjalani kegiatan perakitan pesawat sejak beberapa hari yang lalu, tim akhirnya menggelar tes terbang. “Hari ini kami mulai melakukan tes terbang untuk persiapan akhir,” terangnya.

Menurut Ariyanto, tes terbang ini ditujukan sebagai sarana pengenalan atau orientasi medan yang akan menjadi tempat perlombaan di PON kali ini. Masa orientasi medan perlombaan ini menurutnya memang membutuhkan waktu yang tidak singkat agar atlet benar-benar memahami kondisi alam sekitar. Pasalnya, kondisi alam di sekitar Lanud TNI AU Timika memang menantang karena kondisi cuaca yang sulit untuk diprediksi.

“Hari ini kami lakukan tes terbang. Masa orientasi medan perlombaan ini sangat penting dan idealnya dilakukan selama dua hingga tiga hari agar benar-benar diketahui kondisi alam dan cuacanya,” bebernya.

Rencananya, setelah melakukan tes terbang, seluruh tim peserta akan melakukan pertemuan teknik guna menentukan jadwal perlombaan, dan selanjutnya di tanggal 23 September perlombaan akan dimulai secara resmi. “Kami akan mulai dengan upacara pembukaan sebelum perlombaan dimulai pada tanggal 23 September,” jelasnya.

Pada PON tahun ini, DIY yang menurunkan atlet meliputi, Aris Wibawa, Sulaiman, Kelik Triyana, Lilis Khrisnawati, Danang Tri Nugroho akan tampil di semua nomor yang dilombakan. Untuk nomor-nomor yang dilombakan yakni precision dual, precision single, duration dual, duration single untuk kelompok putra dan putri, serta nomor beregu precision.

Dari seluruh nomor tersebut, Ariyanto optimis hasil terbaik dapat dipersembahkan atlet-atlet DIY di ajang PON tahun ini. “Semua nomor akan sangat berpeluang, tapi untuk nomor yang kami incar untuk bisa menyumbang medali emas ada di duration single putri. Semoga saja target tersebut bisa diwujudkan,” tegasnya.

Terkait kondisi venue perlombaan yang sempat dikabarkan belum selesai pengerjaannya, Ariyanto mengaku, saat ini di lokasi perlombaan panitia telah menyiapkan 2 pilihan untuk menerbangkan pesawat. “Disini ada grass track dan landasan utama. Jadi, dua pilihan ini siap untuk jadi pilihan. Hanya saja, jika harus menggunakan landasan utama, ya harus berbagi dengan penerbangan umum. Itu akan berdampak pada jadwal lomba yang mungkin molor,” terangnya.

Disinggung mengenai pesaing di PON kali ini, Ariyanto mengaku semua akan menjadi pesaing untuk memperebutkan medali. Namun yang terpenting adalah menjaga kondisi atlet-atlet DIY jelang tampil di perlombaan. “Saat ini semua atlet DIY dalam kondisi sehat. Secara kesiapan, mereka siap secara psikis dan fisik,” tegasnya. (Hit)

BERITA REKOMENDASI