Tingkat Digitalisasi UMKM Masih Rendah

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina mengingatkan, kebijakan Pemerintah harus betul-betul dapat meningkatkan tingkat digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang saat ini masih rendah.

“Tingkat digitalisasi UMKM masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, per Juni 2020 baru 13 persen UMKM yang menggunakan platform digital seperti marketplace dan media sosial untuk mempromosikan dan menjual produknya,” kata Siti Alifah Dina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (4/10).

Menurut Dina, Pemerintah perlu mempercepat upaya digitalisasi pada kalangan usaha mikro sebagai upaya untuk membangkitkan pengusaha yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi. Digitalisasi merupakan salah satu upaya yang dapat membantu usaha mereka bertahan dan bahkan bisa bangkit.

Dina menjelaskan, usaha mikro perlu mengadopsi strategi baru untuk menjaga produktivitas dan mempertahankan pendapatan mereka di tengah pandemi Covid-19. “Penetrasi penjualan digital bisa menjadi strategi utama mereka karena dapat memperluas jangkauan pasar dan mempromosikan produk mereka sambil mematuhi kebijakan pembatasan sosial yang menetapkan batas 50 persen untuk kapasitas toko dan pengurangan jam operasi,” katanya.

BERITA REKOMENDASI