Tingkatkan Kompetensi Kerja, Kemnaker Percepat Penerapan SKNNI

JAKARTA, KRJOGJA.com – Upaya untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan  percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI).

"Penerapan SKKNI di semua sektor  dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing para pekerja Indonesia  agar bisa bersaing di tingkatnasional maupun internasional, kata Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto saat membuka acara “Bincang PERSpektif Trakindo” yang mengusung tema ” Sertifikasi Kompetensi Tingkatkan Kualitas SDM” di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Berdasarkan Data Kementerian Ketenagakerjaan, per bulan  Juni 2017 tercatat 624 SKKNI dari 9 sektor yaitu sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan, Listrik, Gas, dan Air Bersih, Konstruksi,  Perdagangan, Hotel dan Restoran, Pengangkutan dan Komunikasi, Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan dan sektor jasa lainnya.

SKKNI  ini menjadi  acuan dalampelatihan, pengembangan  karier  serta peningkatan  kompetensi dan produktivitasyang diakui seluruh pemangku kepentingan dan berlaku secara nasional di wilayah Indonesia. Hery mengatakan, investasi SDM sangat penting dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Apalagi, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar nomor 7 dengan syarat harus memiliki 113 juta pekerja berkeahlian.

"Saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 50 juta pekerja berkeahlian. Oleh karena itu, penerapan SKKNI dalam pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dari investasi SDM Indonesia,” kata Hery. Pemerintah, imbuhnya, telah mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016, antara lain menginstruksikan kepada Kementerian terkait untuk fokus kepada peningkatan kompetensi melalui pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan sertifikasi kompetensi. (Ful)

BERITA REKOMENDASI