Tingkatkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Terapkan Vedika

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat BPJS Kesehatan akan menerapkan implementasi verifikasi digital klaim (Vedika) bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) serentak seluruh Indonesia pada 1 Mei 2018 mendatang. Fasilitas pelayanan digital ini akan dimanfaatkan untuk proses verifikasi klaim tagihan pelayanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Sasaran strategisnya adalah terwujudnya layanan jaminan kesehatan nasional yang berkualitas dan berkeadilan yang diukur dengan indikator sasaran strategis organisasi antara lain tingkat kepuasan fasilitas kesehatan," ujar Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari saat konferensi pers di Kantor Pusat BPJS di Jakarta, Kamis (26/04/2018).

Andayani mengatakan, Vedika sendiri merupakan proses verifikasi terhadap klaim yang diajukan oleh rumah sakit dengan menggunakan aplikasi digital dan dilakukan di kantor cabang atau kantor Kabupaten/Kota BPJS Kesehatan. Dengan penggunaan Vedika tersebut diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi sehingga rumah sakit mendapatkan kepastian waktu pembayaran klaim lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan dengan proses klaim konvensional.

"Penggunaan Vedika ini juga bisa meningkatkan kepuasan peserta melalui peningkatan pelayanan di fasilitas kesehatan, meningkatkan kepuasan fasilitas kesehatan terhadap proses administrasi klaim, dan simplifikasi klaim pelayanan di FKRTL, selain itu juga sentralisasi data," ujarnya.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Darwito menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi sistem ini. Selain memudahkan peserta JKN-KIS, juga akan menimbulkan kepercayaan antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan.

"Jadi dengan Vedika nantinya akan bisa diketahui berapa pasien yang sudah kami tangani dan akan terlihat klaim berapa besar yang kami sampaikan. Jadi, akan timbul saling kepercayaan sehingga pelayanan akan lebih baik ke peserta BPJS Kesehatan," imbuhnya.

Pada saat ini, sebanyak 99,7% rumah sakit sudah mulai mengimplementasikan Vedika. Awalnya pada Oktober 2017 sistem Vedika ini hanya diterapkan di 216 rumah sakit. Jumlah ini kemudian terus bertambah setiap bulannya hingga saat ini sudah sebanyak 2.306 atau 99,7% dari total rumah sakit di Indonesia.

"Masih ada 6 rumah sakit yang belum bisa menerapkan Vedika kendala jaringan, beberapa ada di daerah terpencil, seperti di Pulau Komodo, NTT. Untuk rumah sakit ini kami akan berikan treatment khusus," pungkasnya. (*-3)

BERITA REKOMENDASI