Tingkatkan Perekonomian Wilayah Sumatera Barat, Kemenhub Normalisasi Jalur KA

Editor: Ivan Aditya

PADANG, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan melakukan normalisasi jalur kereta api (KA) di seluruh wilayah Sumatera Barat. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan perekonomian, juga bertujuan mendukung pengembangan pariwisata di Sumatera Barat.

“Seluruh jalur kereta api yang telah berubah fungsi akan kami ambil alih, untuk kepentingan angkutan kereta api. Masyarakat yang telah menduduki lahan-lahan kereta api harus keluar. Kami yakin masyarakat juga sadar, karena itu tanah milik pemerintah,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulmafendi, di Stasiun KA Bandara Internasional Minangkabau (BIM), belum lama ini.

Saat ini, banyak jalur-jalur kereta api di wilayah Sumatera Barat telah beralih fungsi, ada yang menjadi permukiman, pertokoan dan bangunan komersial lainnya. Proses reaktivasi segera dilakukan, salah satunya jalur KA Naras – Sungai Limau.

“Pada 2023 akan menambah panjang jalur Naras ke Sungai Limau dan dokumen sudah disiapkan. Kita harapkan di 2022 bisa dilakukan persiapan lahan, karena setelah kita melihat lahan dari Naras ke Sungai Limau sudah tumbuh berbagai aktivitas ada rumah sekolah dan instansi pemerintah,” ujar Zulmafendi.

Menurut Zulmafendi, reaktivasi jalur KA Naras – Limau yang diperkirakan menelan biaya Rp 6 miliar ini untuk mendukung mobilitas ke kota Padang, Sumatera Barat. Apalagi saat ini, di Kota Padang telah terhubung jalur KA.

Selain itu, Kemenhub juga akan memperpanjang jalur KA di Padang yang saat ini berhenti di Pulau AIE. Perpanjangan jalur kereta api tersebut untuk mendukung pariwisata ke Pulau Mentawai.

“Salah satu hal yang dilakukan mendukung akses ke Mentawai yang sudah menjadi kawasan ekonomi terintegrasi dan akan dilanjutkan ke sana. Untuk Mendukung kota wisata dan kota tua di kawasan Padang Lama. Ini rencana kita ke depan dan masuk program,” pungkas Zulmafendi.

Lebih lanjut Zulmafendi memaparkan, dari sisi tinjauan koridor ekonomi Sumatera Barat sesuai dengan Pusat Kegiatan Ekonomi Utama (PKEU), fokus pada 5 komoditas. Capaian pembangunan Tahun 2015 hingga 2021 antara lain, pembangunan KA Bandara BIM yang dibangun sejak Tahun 2015 dan diresmikan Presiden Tahun 2018.

Kemudian, pembangunan jalur KA Duku – BIM yang dimulai dengan penyiapan DED pada Tahun 2010, dilanjutkan dengan pembebasan lahan oleh Pemprov Sumbar pada Tahun 2012-2015, dan kegiatan konstruksi dilaksanakan pada tahun 2012 2017. Ground breaking sendiri dilaksanakan oleh Presiden RI pada tahun 2015.

Pembangunan KA BIM meliputi, pembangunan jalur, fasisitas operasi, serta jembatan dan stasiun.

Selain itu, peningkatan jalur KA antara Lubuk Alung – Kayutanam sejak 2015 hingga dioperasikan tahun 2016. Kegiatan ini meliputi penggantian rel, bantalan besi dengan bantalan beton melalui anggaran Tahun 2015. Pengoperasian dilaksanakan pada Juli 2016 dengan dilintasi oleh KA Lembah Anai melalui subsidi perintis.

Peningkatan jalur KA antara Pariaman – Naras sejak 2015 dan diresmikan oleh Menhub pada Tahun 2019 dengan skema perpanjangan lintas KA Sibinuang. Peningkatan jalur sepanjang 6,7 Km ini meliputi peningkatan jembatan kereta api dan 10 box culvert, dan pembangunan Stasiun Naras yang diresmikan oleh Menhub pada 22 Maret 2019.

Terakhir, peningkatan jalur KA antara Padang – Pulau Aie pada 2018 dan selesai pada tahun 2019. Peningkatan jalur ini sesuai dengan amanat Rencana Induk Perkeretaapian Nasional
Tahun 2030 dan Renstra DJKA 2015-2019.

Jalur KA yang menghubungan Kota Padang dan Pelabuhan Muaro Padang ini juga mendukung jalur wisatawan untuk menuju ke Pulau Mentawai. Konstruksinya sendiri menggunakan APBN rupiah murni melalui anggaran Tahun 2019 yang meliputi penertiban 200 bangunan, penggantian rel, peningkatan jembatan, serta pembangunan dan restorasi bangunan Stasiun Pulau Aie yang merupakan bangunan cagar budaya.

“Outcomesnya antara lain perpanjangan relasi KA Minangkabau Ekspres atau BIM, mendukung kawasan destinasi wisata kota tua Padang, menjadi alternatif KA komuter di Kota Padang, serta menjadi alternatif moda dari Kota Padang ke BIM,” ungkap.Zulmafendy.

Pada Tahun 2020 – 2022 juga terdapat pekerjaan peningkatan jalur KA Padang – Pariaman untuk mendukung KA Komuter di Kota Padang. Kegiatan ini meliputi peningkatan 2 jembatan dengan panjang 30 dan 50 meter, serta peningkatan beberapa ruas jalur kereta api dengan panjang total 53,5 Kmsp.

Sementara itu Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Sumatera Bagian Barat juga telah menyiapkan kegiatan untuk mendukung perpanjangan lintas KA Komuter dari Padang – Bukitputus – Pauhlima dan angkutan barang berupa CPO dan Semen pada tahun 2020 – 2024. Kegiatan ini direncanakan meliputi peningkatan 10 jembatan dan peningkatan jalur KA.

Saat ini, BTP Sumbagbar dan Ditjen Perkeretaapian juga tengah fokus pada upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian di wilayah Sumatera Barat, khususnya untuk menurunkan angka kecelakanaan di perlintasan sebidang. Saat ini jumlah perlintasan sebidang di jalur KA aktif mencapai 370 dan terus turun seiring dengan kegiatan penutupan perlintasan sebidang oleh BTP Sumbagbar. (Imd)

BERITA REKOMENDASI