Titiek Soeharto Anggap Airlangga Lawan Berat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wacana Munaslub Golkar kini terus bergulir. Bahkan, DPD Golkar di daerah mendesak agar DPP segera menggelar Munaslub. Sejumlah politikus Golkar pun berebut kursi Ketum Golkar yang saat ini masih dijabat Setya Novanto.

Salah satunya Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Titiek mengaku prihatin dengan kondisi Golkar yang semakin terpuruk akibat diterpa banyak kasus korupsi sehingga membuat elektabilitasnya terus turun.

Ia pun ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti di zaman Bapaknya, Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. “Jadi saya tergerak untuk mungkin bisa membawa Golkar menjadi lebih baik lagi,” kata Titiek, di kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Anak keempat Presiden Soeharto ini pun tak takut masyarakat menyebut Golkar kembali menjadi kaki tangan keluarga Cendana dan kelompok sisa-sisa Orba. “Ya terserah yang mau nilai bagaimana, emang nyatanya orang-orang enakan zaman Orde Baru kan,” kata Titiek.

Atas dasar itulah, Titiek menyatakan keinginannya untuk menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto. “Insya Allah saya siap (jadi ketua umum Golkar),” kata Titiek.

Selain Titiek, yang telah menyatakan kesiapan maju sebagai ketua umum Golkar adalah Ketua Bidang Perekonomian Golkar sekaligus Menteri Perindustian Airlangga Hartarto. Airlangga mengklaim telah mendapatkan suara dari 31 DPD I Golkar.

Mengenai hal itu, Titiek mengaku tak menganggap Airlangga sebagai lawan yang berat. Sebab, menurutnya, di Golkar tidak ada istilah lawan. “Di Indonesia ini things can happens, sesuatu bisa saja terjadi pada last minutes,” kata Titiek.(*)

BERITA REKOMENDASI