TNI dan Polri Bakal Ditempatkan di Titik Keramaian

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan aparat TNI/Polri yang berjaga di titik-titik keramaian akan melakukan pendekatan yang persuasif selama mengawasi masyarakat.

Masyarakat yang tak patuh, kata dia, tak akan ditindak aparat melainkan akan diserahkan pada petugas keamanan atau sekuriti yang berjaga. “Ketika masyarakat yang ngeyel atau tidak mau patuh, aparat keamanan akan menyerahkan kepada security. [Misalnya] apakah di pasar atau tempat tertentu,” ujar Doni.

Ia mengingatkan, agar masyarakat tak mudah terpancing emosi jika diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, mengenakan masker, dan tak berkerumun. Doni meyakini dengan upaya tersebut maka ketegangan antara masyarakat dengan aparat TNI/Polri dapat dihindari.

“Memang potensi [keributan] kemungkinan besar timbul. Tapi panglima menekankan pendekatan persuasif, komunikatif, termasuk dari aparat polisi,” ucap Doni.

Nantinya di tempat-tempat umum tersebut, akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Apabila melebihi 37,5 derajat Celsius, tak diberi izin untuk masuk. (*)

BERITA REKOMENDASI