TNI Incar Peredaran Sabu 1 Ton lewat Jalur Laut Sejak Desember 2017

Editor: KRjogja/Gus

BATAM (KRjogja.com) – KRI Sigurot 864 dari Satrol Lantamal IV Tanjungpinang berhasil mengamankan kapal MV Sunrise Glory ‎yang membawa narkoba sebarat 1.029 kilogram jenis sabu-sabu di Selat Philip, tepatnya diperbatasan Indonesia dengan Singapura pada Rabu siang 7 Februari 2018. Kapal nelayan tersebut berhasil dihentikan oleh petugas setelah berusaha kabur dan kembali ke jalur perairan Internasional.

Integrasi BNN dengan TNI-Polri Jadi Kunci Sukses Pemberantasan Narkoba di Indonesia
Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diberikan BNN, dimana akan ada narkoba yang masuk ke Indonesia dalam jumlah besar. Kemudian KRI Sigurot melakukan patroli sejak Rabu pagi dan langsung menemukan ‎sebuah kapal yang mencurigakan, yakni kapal MV Sunrise Glory.

Sebelum melakukan pemeriksaan, kapal Patroli TNI AL KRI Sigurot pun berusha melakukan kontak terhadap kapal MV Sunrise melalui radio. Namun Nahkoda dan anak buah kapal tidak memberikan respon dan jawaban kepada petugas, mereka malah berusaha melarikan diri kembali ke jalur Internasional untuk mengelabuhi petugas. Bahkan mereka sempat bersembunyi dianatara kapal besar seperti tongkang untuk lari dari pandangan.

Kesigapan petugas yang lebih ligat akhirnya berhasil menghentikan kapal MV Sunrise. Team VBSS bersenjata lengkap langsung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal. Kemudian petugas menaruh kecurigaan terhadap dokumen tersebut yang diduga palsu, pasalnya saat diperiksa Nahkoda dan ABK hanya bisa menunjukan dokumen fotocopy yang berasal dari Indonesia.‎

Selain itu saat diminta untuk berhenti, kapal MV Sunrise juga menggunakan dua bendera yakni Singapura dan Indonesia.‎ Banyaknya kejanggalan yang ditemukan petugas di kapal tersebut mengharuskan KRI Sigurot membawa kapal itu ke Dermaga Batu Ampar, Batam untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Setelah diperiksa lebih lanjut di Dermaga Lanal Batam oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam, akhirnya ditemukan narkoba sebanyak 1.029 kilogram yang disimpan di Palka belakang kapal yang memiliki ketinggian 2,5 meter. Untuk mengelabuhi petugas, para pelaku menimbun barang bukti bersama tumpukan beras.

"Kita sudah melakukan pengawasan terhadap jaringan ini sejak Desember lalu, tim melakukan pantauan dan pergerakan terhadap target. Saat hendak keluar dari perairan Indonesiatepatnya di perairan Selatan, kita berhasil mengamankan," kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Sabtu (10/2/2018) di pangkalan Lanal Batam.

Taufiq mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, barang haram tersebut berencana akan dibawa ke Australia melalui jalur laut Indonesia. Hal itu terbukti setelah tim berhasil melihat track record kapal yang diduga akan membawa barang haram tersebut ke Wilayah Selatan Indonesia.

"Kemungkinan ini satu jaringan dengan narkoba satu ton yang sebelumnya ditangakap di Tanggerang, Banten. Sudah beberapa kali juga aparat penegak hukum melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba, baik jumlah besar maupun kecil," katanya.‎ (*)

BERITA REKOMENDASI