TNI Siapkan ‘Prajurit Siber’

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebanyak 164 personel TNI dibekali dengan strategi pembentukan opini publik di era siber. Dua teknik yang dibekali adalah propaganda komputasional dan mobilisasi atau pengerahan tentara siber.

Pembekalan ratusan personel TNI dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara itu disampaikan oleh PT. Media Kernels Indonesia (A Drone Emprit Company) Ismail Fahmi dan pendiri Asia Public Relation dan Konner Digital Advisory Silih Agung Wasesa.

Dia menyampaikan hal yang menjadi tantangan di era digital adalah perang informasi. Sebab, saat ini kerap terjadi mobilisasi dan disrupsi informasi di internet. Sehingga, jajaran penerangan TNI perlu memenangkan perang informasi itu.

Lebih lanjut, menurutnya ada dua strategi pembentukan opini publik, yaitu mobilisasi cyber troop dan computational propaganda. Kedua hal ini terkait dengan bagaimana pengaruh influencer dan para follower.

“Ketika ada perang opini, pejabat penerangan TNI harus tahu di mana ‘war zone’ berada, sehingga bisa mengirim pasukan (influencer, buzzer, follower) ke lokasi atau cluster tersebut,” seperti dikutip dari keterangan resmi TNI.

Selain itu, pejabat penerangan TNI juga harus tahu apa konteks yang menjadi percakapan, sehingga bisa melakukan kontra narasi atau membangun narasi pribadi (own narrative) dengan tepat. (*)

BERITA TERKAIT