Tolak Praperadilan SP3 Perusahaan Dugaan Pembakar Hutan

PEKANBARU (KRjogja.com) – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menolak gugatan praperadilan kasus penerbitan Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3) 15 perusahaan diduga pembakar hutan oleh Polda Riau pada 2015. Namun, pemohon tak terima dan akan mengajukan gugatan lagi. 

Warga Pekanbaru bernama Ferry menggugat praperadilan Polda Riau karena menghentikan penyidikan kasus pembakaran hutan dan lahan diduga dilakukan 15 perusahaan tersebut. Hakim tunggal PN Pekanbaru Sorta Ria Neva hari ini memutuskan menolak gugatan itu.

"Permohonan praperadilan tidak memenuhi syarat hukum dalam gugatan citizen lawsuit atau (CLS)," kata Sorta dalam amar putusannya, Selasa (6/11/2016). Hakim menyatakan, bahwa praperadilan yang diajukan Ferry tidak bisa diterima. Ia pun diminta membayar biaya perkara Rp5.000. 

Sorta menjabarkan beberapa hal yang menyebabkan gugutan praperadilan ditolak, salah satunya karena pemohon seharusnya menyampaikan somasi atau notifikasi ke pengadilan dalam waktu 60 hari. "Sampai 60 hari kerja, pemohan tidak menyampaikan somasi," tukasnya. 

Terkait putusan hakim yang menolak gugatan, pihak LSM lingkungan di Riau yang memotori praperadilan menyatakan bahwa kasus SP3 masih berpeluang besar untuk dibuka kembali. (*)

 

BERITA REKOMENDASI