Tommy Soeharto Bakal Gugat SK Yasonna

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto keberatan namanya dicatut menjadi Ketua Dewan Pembina di bawah kepengurusan pimpinan Muchdi Purwopranjono (Muchdi Pr). Dia juga tidak mengakui SK Menkumham Yasonna Laoly tentang kepengurusan Muchdi Pr dan akan menggugat SK tersebut.

Keberatan itu dituangkan Tommy dalam surat yang ia teken di atas materai Rp6.000 dari Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.”Saya amat keberatan nama saya digunakan, dicantumkan, dipublikasikan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya tanpa seizin maupun sepengetahuan saya yang diumumkan di publik, sebagaimana jelas tertera dalam SK Menkumham Nomor M.HH-17.AH.11.01 tahun 2020,” kata Tommy dalam suratnya tersebut.

Tommy pun menyatakan menolak serta tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Berkarya yang diadakan pada 11 hingga 12 Juli 2020 di Jakarta. Menurutnya, panitia penyelenggara dan peserta Munaslub tersebut ilegal, tidak sesuai, serta bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Berkarya.

Lebih lanjut, putra mantan Presiden Soeharto itu menyatakan bahwa kepengurusan Partai Berkarya tetap sesuai dengan SK Nomor MHH-04.AH.11.01 yang diterbitkan Kemenkumham pada 25 April 2018. (*)

BERITA REKOMENDASI