Tommy Soeharto Kalim Masih Ketum Berkarya

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tommy Soeharto yang masih mengklaim sebagai Ketua Umum Partai Berkarya berharap bisa kembali mengelola partainya secara sah, seperti tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor MHH-04.AH.11.01 yang terbit 25 April 2018.

Untuk mewujudkan itu, Tommy segera mengugat secara perdata penerbitan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (SK Kemenkumham) tentang kepengurusan Partai Berkarya di bawah pimpinan Muchdi Purwopranjono (Muchdi Pr). Tommy juga membuka opsi laporan dugaan tindak pidana.

“Dengan demikian, kita akan kembali lagi mengelola partai ini sesuai dengan apa yang dicanangkan dan diberikan SK-nya melalui SK 04 2018,” kata Tommy.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menuturkan bahwa Partai Berkarya bukan singkatan dari partai Beringin Karya. Dia menerangkan bahwa Partai Berkarya merupakan reinkarnasi dari organisasi politik bernama Nasional Republik (Nasrep) yang dulu dipimpin oleh kader Partai Berkarya, Neneng A Tuty.

“Partai Berkarya dari sananya didirikan bukan singkatan apa-apa. Ini murni pandangan Tommy untuk menyebut nama Partai Berkarya yang bukan singkatan dari apa yang menamakan dirinya beringin karya atau apapun itu,” ucap Priyo.

Dia pun menyatakan bahwa Partai Berkarya digagas dengan satu ikon yakni Presiden kedua RI mendiang Soeharto. Menurutnya, seluruh orang di penjuru Indonesia tahu bahwa Partai Berkarya dipimpin oleh Tommy, putra bungsu mendiang Soeharto.

“Kalau kemudian ada partai yang tetap menamakan dirinya, mendompleng dengan nama Partai Berkarya, sementara dipimpin dengan tidak trahnya Pak Harto apakah itu masuk akal?” ujar Priyo. (*)

BERITA REKOMENDASI