Trah HB II Bakal Ungkap Rahasia pada Peringatan 209 Tahun Geger Sepehi

Bagoes Poetranto mengusulkan sesuai Universal Copyright Convention tentang persetujuan yang mengatur hak cipta internasional agar manuskrip-manuskrip yang ada di Inggris untuk segera dipatenkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menyelamatkan informasi rahasia yang ada didalamnya karena merupakan hasil karya intelektual milik Keraton Yogyakarta.

Sementara itu Sejarawan Universitas Indraprasta PGRI jakarta, Dr. Tundjung menuturkan jika Inggris ingin menyingkirkan Sri Sultan Hamengkubuwono ke II melalui Geger Sepehi. Saat penyerangan berlangsung Inggris merampas ribuan Manuskrip milik keraton Yogyakarta.

“Gubernur Jenderal Inggris Sir Stamford Raffles menyukai benda benda yang berasal dari jawa, walau sebenarnya ia tidak mengerti isi dari manuskrip tersebut,” jelasnya.

Dr Tundjung menambahkan jika ribuan manuskrip dikembalikan oleh Inggris maka dibutuhkan dana yang besar untuk SDM. membuat tempat penyimpanan dan untuk merawat manuskrip tersebut.

“Jangan seperti kitab Negarakertagama yang ada di Perpusatakaan nasional yang kita sampai setengah mati untuk merawatnya,” tegasnya.(Ati)

BERITA REKOMENDASI