Transmigran NTT Bangun Komoditas Unggulan

BELU (KRjogja.com) – Sebanyak 100 kepala keluarga telah menempati UPT Halituku, Desa Naekasa, Tasifeto Barat, Belu, NTT. Mereka merupakan warga dari kecamatan ataupun kabupaten lain di NTT yang pindah sejak dibukanya permukiman transmigrasi itu tahun 2011.

Adelina Belak, seorang transmigran dari Atambua menuturkan, di UPT ini dia menempati rumah beserta pekarangan seluas 20×40 meter. Di lahan inilah transmigran bertani dan mencari penghasilan.

"Kami menanam pisang, ubi kayu dan ubi jalar, buah mangga, nangka jambu mete juga. Kalau bahan pokok sehari hari kita tidak kekurangan," tuturnya, saat blusukan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Dia mengaku masalah yang dihadapi petani adalah sulitnya mendapatkan air. Janganka untuk menyuburkan tanaman, buat air minum pun masih sulit didapat.

"Kami kadang jalan sekitar 3km ke desa sebelah yang ada mata airnya. Dulu ada pipanisasi, tapi sumber airnya mulai habis," imbuh Adelina.

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, masyarakat transmigrasi di NTT ini harus segera lepas dari kondisi sulit. Masalah air harus langsung dicarikan solusi, apakah dengan pipanisasi, ataupun pemberian mobil tangki air untuk dikelola masyarakat. "Kemudian nanti mobil tangki air ini dirawat. Jadi air beli dengan harga murah buat perawatan saja," kata Mendes Eko. (*)

 

BERITA REKOMENDASI