Tukang Becak Mengaku Nabi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tana Toraja secara resmi melaporkan Pimpinan Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) wilayah Tana Toraja, Paruru Dg Tau ke Polres Tana Toraja, atas dugaan menyebarkan ajaran sesat.

Berdasarkan keterangan yang diterima pria yang pernah berprofesi sebagai tukang becak ini dilaporkan atas dugaan menyebarkan ajaran sesat di Dusun Mambura Lembang Buntu Datu Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengurus MUI Tana Toraja, H.Tamrin menuturkan Paruru Dg Tau berasal dari Kabupaten Gowa. Paruru disebut mengaku sebagai Nabi atau Rasul terakhir.

Ia juga disebut berhasil mempengaruhi sejumlah orang dan mengajak para pengikutnya untuk melaksanakan salat cukup dua kali dalam sehari dan mengubah rukun salat.

Selain itu, paham lain yang diajarkan ialah pengikutnya tidak diwajibkan mengeluarkan zakat dan berpuasa pada bulan Ramadan, serta tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.

"Kita harapkan Paruru diberi efek jera oleh pihak kepolisian karena hal yang sama telah ia lakukan di Kabupaten Gowa beberapa tahun lalu namun hanya diberi sanksi berupa teguran," ungkap Thamrin.

Menurut Thamrin aktivitas Paruru sangat meresahkan warga muslim di Mambura. Jika dia tidak ditahan, MUI khawatir ajarannya yang dianggap sesat semakin tersebar hingga ke wilayah Kabupaten Palopo.

Thamrin menambahkan para pengikut Paruru Dg Tau mayoritas hanya tamatan Sekolah Dasar dan telah menyadari kekeliruannya serta berjanji untuk kembali menjalankan ajaran Islam sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut terungkap setelah Kementerian Agama Tana Toraja turun tangan melalui ceramah agama dan pendekatan personal yang dilakukan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Tana Toraja, H.Tamrin Lodo bersama beberapa penyuluh agama Islam dan anggota Polres Tana Toraja. (*)

BERITA REKOMENDASI