Tunggu Vaksinasi Selesai, PTM SD di Sukoharjo Belum 100 Persen

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo belum menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Sekolah Dasar (SD) karena pelaksanaan vaksinasi virus Corona belum selesai. Pembelajaran masih menggunakan sistem shift dengan pengawasan ketat protokol kesehatan (Prokes). Hal sama juga berlaku pada jenjang sekolah PAUD dan TK.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno, Sabtu (8/1) mengatakan, Disdikbud Sukoharjo sesuai kewenangannya sekarang baru menerapkan pelaksanaan PTM 100 persen pada jenjang SMP. Sedangkan sekolah tingkat bawah PAUD, TK dan SD belum dan masih menerapkan sistem seperti sebelumnya shift dengan prosentase 50 persen dan tidak lebih dari 75 persen.

Disdikbud Sukoharjo sekarang masih melaksanakan program vaksinasi virus Corona pada siswa SD. Vaksin diberikan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dengan sasaran anak usia 6-11 tahun.

Vaksinasi virus Corona tersebut masih terus berjalan untuk dosis pertama. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di sekolah, puskesmas dengan melibatkan guru dan tenaga medis.

“PTM 100 persen baru jenjang SMP. Untuk SD belum karena masih menyelesaikan vaksinasi virus Corona. Sedangkan jenjang PAUD dan TK juga belum karena merupakan sekolah paling bawah maka kemungkinan belum bisa 100 persen,” ujarnya.

Disdikbud Sukoharjo belum bisa memperkirakan kapan PTM 100 persen SD akan diterapkan. Sebab pelaksanaan bergantung ada penyelesaian vaksinasi virus Corona dan izin dari Pemkab Sukoharjo. Namun demikian, Disdikbud Sukoharjo berharap PTM 100 persen SD bisa dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2022/2023 atau Juli mendatang.

“Selama belum selesai vaksinasi virus Corona maka belum berani PTM 100 persen. Harapannya vaksin bisa selesai dan PTM 100 persen SD bisa dilaksanakan tahun ajaran baru nanti. Tapi apabila belum bisa maka tidak akan dipaksakan sambil menunggu kebijakan pemerintah,” lanjutnya.

Darno menambahkan, pelaksanaan PTM di sekolah baik di SMP yang sudah 100 persen dan SD belum, semua tergantung perkembangan kondisi kasus virus Corona. Apabila dalam perjalanan nanti ditemukan ada kenaikan kasus virus Corona maka pelaksanaan PTM akan dievaluasi kembali.

“Di SMP nanti tetap ada evaluasi. Apabila ada temuan kenaikan kasus virus Corona di Sukoharjo maka bisa saja dikembalikan seperti sebelumnya atau tidak 100 persen lagi. Karena itu kami minta meski sudah vaksin virus Corona semua pihak tetap wajib menerapkan Prokes secara ketat,” lanjutan.

Penerapan Prokes diminta Disdikbud Sukoharjo pada guru siswa tidak hanya saat PTM di sekolah saja, melainkan juga saat di rumah atau lingkungan. Penerapan Prokes secara ketat akan meminimalisir terjadinya penyebaran virus Corona.

“Tidak hanya di sekolah saja, saat di rumah atau lingkungan juga wajib Prokes. Jangan abai hingga terjadi penularan virus Corona dan akan berpengaruh pada pelaksanaan PTM,” lanjutnya.

Kepala SMPN 1 Kartasura Viveri Wuryandari mengatakan, PTM 100 persen sudah sangat lama ditunggu guru dan siswa. Sebab sejak tahun 2020 lalu terjadi pandemi virus Corona membuat pembelajaran terpaksa digelar dengan sistem daring. “Siswa sangat senang dan antusias belajar di sekolah. Begitu juga guru. Namun demikian kami tetap memperketat penerapan Prokes sesuai kebijakan dari pemerintah,” ujarnya.

Viveri menjelaskan, salah satu alasan diperbolehkan pelaksanaan PTM 100 persen setelah siswa dan guru sudah mendapat vaksin virus Corona. Namun demikian, aktivitas di sekolah tetap diawasi sesuai Prokes.

“Wajib memakai masker dan semua Prokes dipatuhi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI