Tunjangan Guru Dipotong, Ketua DPR Protes

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Ketua DPR RI, Ade Komaruddin atau Akom memprotes rencana pemerintah memotong tunjangan guru sebesar Rp23,4 triliun pada APBN Perubahan 2016. Ia akan meminta pemerintah, khususnya Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk tidak memotong anggaran bagi guru tersebut.

"Kalau tunjangan guru tidak usah dipotong. Kalau mau dipotong yang lain. Kalau gak ada lagi yang lain dipotong, potong gaji pejabat negara. Guru jangan lah. Kita bisa begini saja karena mereka. Tahu terima kasih lah," kata Ade Komaruddin.

Kementerian Keuangan mengumumkan rencana pemangkasan tunjangan profesi guru sebesar Rp23,4 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016. Karena target penerimaan negara meleset, pemerintah memangkas belanja Rp137,6 triliun.

Pemangkasan terdiri atas penghematan belanja pusat Rp64,7 triliun, dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp72,9 triliun. Adapun pagu tunjangan profesi guru dalam APBN Perubahan yaitu Rp69,762 triliun.

Bila dipotong, uang insentif tinggal Rp46,4 triliun. Selain itu, dana tambahan penghasilan guru juga dipangkas Rp209,1 miliar dari pagu Rp1,02 triliun sehingga tersisa Rp811,4 miliar. (*)

BERITA REKOMENDASI