UKM Pancasila Perkuat Ideologi Bangsa

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Pasca reformasi persoalan penguatan ideologi Pancasila di kalangan mahasiswa dari hari ke hari di lingkungan Perguruan Tinggi (kampus) semakin memudar. Para mahasiswa hanya mengerti dan memahami pancasila hanya sebatas pada seremonial dan jargon semata dengan meneriakkan slogan “Kita Pancasila, Kita Indonesia” pada hari kelahiran Pancasila.

Tapi minim melakukan diskursus mengenai wacana Pancasila, maupun melakukan aksi langsung guna mengimplementasikan Pancasila. Karena itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) telah menerbitkan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa Dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Lingkungan Kampus. Dimana  nantimnya setiap kampus wajib membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM-PIB).

UKM-PIB ini nantinya akan mengajak kembali organisasi ekstra yang berhaluan Pancasila di kampus untuk ikut memperkuat upaya melawan radikalisme di kampus. UKM-PIB  ini nantinya menjadi wadah bagi organisasi mahasiswa untuk berkontestasi dalam memperkuat ideologi kebangsaan yang mulai pudar di lingkungan kampus dengan merebaknya pemikiran radikal.

“Bagaimanapun juga ideologi Pancasila harus dibumikan baik di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah. Dan kita harus sadari bahwa Pancasila pasca reformasi ini ditiadakan di alam materi pendidikan. Karena kalau Pancasila di kampus ini tidak diperkuat, tentunya akan berbahaya dan akhirnya masuklah ideologi luar yang juga cenderung keras, radikal serta justru menyerang dan merongrong wibawa pemerintah,” ujar Pengamat Intelijen dan Terorisme, Wawan Hari Purwanto, SH, MH, di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Wawan mengatakan, selama ini Presiden Joko Widodo telah mencanangkan kembai digulirkannya pendidikan-pendidikan Pancasila baik di sekolah-sekolah  maupun di Perguruan Tinggi. Hal ini sebagai upaya revitalisasi sehingga akhirnya semua elemen masyarakat yang terpelajar ini bisa kembali terngiang mengenai bagaimana sebetulnya kehidupan berbangsa, bernegara berdasarkan Pancasila. “Dengan memperdalam Pancasila di kampus maka kita kembali menorehkan nilai-nilai luhur bangsa kita yang memang lahir dari akar yang telah digulirkan para pendiri bangsa,” ujarnya.

 Hal ini tentunya menjadi sikap dimana semua elemen bangsa itu betul-betul mengamalkan Pancasila, yang selama ini tidak hanya sekedar pengucapan dan sekedar hafalan saja namun tidak tahu bagaimana aplikasi di tengah masyarakat. “Dengan adanya perguliran ini maka Insya Allah negeri kita akan kuat, karena ideologi Pancasila akan kembali bergaung di kalangan pelajar dan juga mahasiswa. Dngan demikian maka ideologi luar yang cenderung radikal bisa tergusur dengan serta merta dan bertahap,” kata pria yang juga Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) ini. (*)

 

BERITA REKOMENDASI