Unesco Tetapkan Pantun Warisan Buaya Tak Benda

JAKARTA, KRJOGJA.com – Penetapan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada akhir tahun lalu, merupakan momentum awal penghargaan dunia internasional terhadap salah satu budaya warisan nenek moyang bangsa Indonesia tersebut. Proses yang dilalui pantun sendiri, tidak singkat, di mana pengajuan pantun ke UNESCO dilakukan sejak 2016.

Pada 17 Desember 2020, UNESCO menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di kantor pusatnya di Paris, Perancis.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Fitra Arda menyatakan, setelah penetapan, masih ada sejumlah hal yang mesti dilakukan demi melestarikan budaya bangsa ini. Fitra menyebut, aspek perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan perlu diperhatikan sebagai tindak lanjut ditetapkannya pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda.

“Penetapan itu momentum awal pantun dihargai dunia internasional. Tapi langkah berikutnya, bagaimana tata kelolanya ke depan. PR kita adalah bagaimana mewariskan kepada generasi berikutnya,” ungkap Fitra saat menjadi narasumber Lokakarya Koleksi Langka Perpustakaan Nasional RI bertema “Rekam Jejak Perkembangan Pantun di Indonesia”, yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (10/2).

BERITA REKOMENDASI