Upah Minimum 2021 Berpotensi Turun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz mengungkapkan upah minimum 2021 berpotensi turun dari 2020. Hal ini terjadi apabila formula upah minimum tidak berubah seperti ketentuan di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Berdasarkan PP 78/2015, formula penentuan kenaikan upah minimum didapat dari hasil pertambahan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Formula ini sudah berlaku selama lima tahun terakhir dengan besaran yang berbeda sesuai realisasi per tahun.

“Ada, jika inflasi dan pertumbuhan ekonomi negatif, dan September kemarin dirilis BPS juga sudah negatif 0,05 persen (deflasi). Jika tetap pakai formula PP 78/2015 itu otomatis akan minus,” ujar Adi.

Kendati begitu, Adi bilang keputusan akhir mengenai penetapan kenaikan upah minimum tahun depan ada di tangan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Saat ini, Depenas sudah memberikan beberapa rekomendasi kepada Ida terkait penetapan upah minimum 2021.

Menurut Adi, wewenang penentuan upah minimum berdasarkan kesepakatan bipartit bisa dilakukan karena internal perusahaan yang paling mengetahui kondisi riil di lapangan. Dari dua rekomendasi ini, Adi mengatakan sebenarnya opsi dengan kans terbesar untuk disepakati adalah penetapan upah minimum 2021 sama dengan 2020.

“Tapi Dewan Pengupahan nasional itu hanya sebatas merekomendasikan juga, kebijakan sepenuhnya ada di tangan Ibu Menaker,” ucapnya.

Lebih lanjut, Adi mengatakan keputusan terkait penetapan upah minimum akan dilakukan pada akhir bulan ini. Sebab, menteri ketenagakerjaan memiliki kewajiban untuk mengumumkannya ke publik pada 1 November setiap tahunnya. (*)

BERITA REKOMENDASI