Urusan Minat dan Bakat Peserta Didik Jadi Tanggung Jawab Orang Tua

Untuk diketahui, pendidikan vokasi memiliki beberapa jenjang yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma 1 (D1), Diploma 2 (D2), Diploma 3 (D3), dan Sarjana Terapan. Adapun tujuan utama dari seluruh kebijakan Ditjen Diksi yakni tercapainya “link and match”.

Saat ini, Ditjen Diksi lebih menguatkan pada jenjang Diploma 4 (D4) atau Sarjana Terapan, di mana Diploma 3 (D3) didorong untuk upgrade ke Sarjana Terapan. Penguatan lainnya yaitu Pascasarjana (S2) Terapan. Melalui langkah ini, Ditjen Diksi mendorong terbentuknya S3 Terapan.

“Kita ingin adanya link and super match, di mana Vokasi dan dunia kerja industri harus ‘menikah’ (dengan dunia industri). Nantinya terdapat paket-paket serta kebijakan mengenai hal tersebut,” ungkap Wikan.

Terobosan lainnya dari Ditjen Diksi adalah program Diploma 2 fast track yang dihasilkan dari ‘pernikahan’ antara SMK dan Perguruan Tinggi Vokasi. “SMK tiga tahun diikuti dengan tiga semester Diploma 2 (D2). Pada dua semester akhir dalam pendidikan D2 itu full dual system yaitu magang sambil kuliah di industri,” tegas Wikan.

Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang dirancang untuk link and super match. Wikan menegaskan agar peserta didik tidak khawatir jika minat dan bakatnya adalah pendidikan vokasi karena kurikulumnya akan disesuaikan dengan dunia industri. “Satu prodi itu kita rancang untuk ‘dikawinkan’ minimal dengan lima industri yang kuat, selanjutnya kita juga akan kembangkan soft skill, sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan luar negeri. Jadi, jangan ragu untuk memilih vokasi,” pesan Wikan.

Di akhir perbincangan, ketiga narasumber menyemangati generasi muda untuk terus semangat meraih cita-cita. Gita memberikan masukan untuk mengurangi rasa tidak percaya diri dan iri kepada orang lain. “Pahami prinsip kita apa, mau jadi apa kita, dan apa yang terpenting untuk kita,” jelasnya.

Selanjutnya, Bimo berpesan untuk bersyukur dengan apapun yang dimiliki saat ini dan senantiasa tekun dan disiplin dalam mewujudkan niat dan cita-cita. Selain itu, content creator, Vincent Raditya juga mengingatkan agar anak-anak muda tidak mudah putus asa, terus berusaha, dan bersabar dalam meraih keberhasilan. “Kita belum gagal sebelum kita berhenti,” tutup Vincent.(ati)

 

BERITA REKOMENDASI