Usai Jatuhnya Pesawat PK-LQP, Lion Air Ditutup?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyebut pihaknya akan memberikan sanksi pada Lion Air atas jatuhnya pesawat JT 610 PK-LQP apabila terbukti kesalahan dari maskapai itu.

Budi menuturkan, sanksi tersebut akan disesuaikan dengan rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pertanyaan yang muncul adalah mungkinkah kecelakaan pesawat ini bisa berujung pada ditutupnya maskapai penerbangan berlogo singa merah tersebut?

Presiden Direktur Aviatory Indonesia, Ziva Narendra, mengatakan dia tak setuju jika Lion Air harus ditutup atas dasar insiden jatuhnya pesawat JT 610 PK-LQP.

"Saya juga tidak setuju kalau karena kejadian ini, Lion Air ditutup. Belum tahu penyebabnya apa," kata dia dalam keterangannya, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, kata dia, jika Lion Air ditutup, akan memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia penerbangan domestik. Sebab Lion Air memiliki pangsa pasar yang cukup besar.

"Lion Air melayani lebih dari 200 penerbangan seharinya, bayangkan berapa juta penumpang terlayani. Kalau ini ditutup dampaknya akses yang terlayani ke daerah, yang dulu tertinggal, yang saat ini dilayani LCC, tidak memiliki opsi juga, apakah bisa disedot maskapai lain?," ujar Ziva.

Kalau Lion Air ditutup, lanjut Ziva, hal selanjutnya yang harus dipikirkan adalah bagaimana melayani rute yang selama ini dilayani Lion Air.

"Kita siap enggak kehilangan market share, kalau kita bicara Lion soal rute, schedule, armada, bisa dibilang market sharenya 20-30 persen. Mulai dari Lion, Batik, Wings Air," ungkapnya.

"Jadi kita perlu berpikir dua kali, apakah dengan menutup maskapai apalagi dipicu sebuah kejadian apakah itu langkah bijaksana, atau bikin corrective action supaya ada introspeksi dari maskapai tapi regulasi juga lebih menekankan," tutur dia.

Dia pun mengatakan langkah yang diambil Kementerian Perhubungan yakni menunggu hasil investigasi KNKT sebelum menjatuhkan sanksi pada Lion Air sudah tepat.

"Sudah tepat, saya melihat tanggung jawab dari Lion Air, ini keadaan sangat tegang, yang paling penting proses recovery korban maupun data," ujar dia.(*)

BERITA REKOMENDASI