Ustaz Arifin Ilham Sembuh Kanker, Yuk Kenali Kanker Kelenjar Getah Bening

Editor: KRjogja/Gus

BIASANYA orang yang terkena kanker stadium empat sangat sulit untuk disembuhkan. Namun, Ustaz Arifin Ilham beruntung dapat sembuh dari kanker kelenjar getah bening stadium empat.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari kasus penyakitnya itu untuk mencegah risikonya. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma memang banyak diidap oleh orang-orang di Indonesia. Penyakit mematikan ini dapat menyerang laki-laki atau perempuan.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI mencatat ada sekira 1.000 orang setiap hari di dunia didiagnosis kanker limfoma stadium empat. Di Indonesia, tercatat dalam data Globocan 2018, ada sekira 35.490 orang pasien limfoma dalam lima tahun terakhir, juga 7.565 orang meninggal dunia.

Biasanya ketika pasien bakal mengalami gejala awal berupa benjolan. Banyak titik-titik pusat benjolan yang bisa berbahaya.

Ahli Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengatakan, saat pasien terkenal kanker kelenjar getah bening, biasanya berdampak dengan banyak gejala. Mulanya terjadi pembengkakan di banyak bagian tubuh.

"Bengkak bisa terjadi di area getah bening. Biasanya terjadi di area leher, tulang belakang, selangkangan, payudara, dan ketiak," ujar dr Andika saat dihubungi Okezone, Selasa (18/12/2018).

Namun, lanjut dia, benjolan itu perlu ditelusuri lebih lanjut oleh dokter. Sebab benjolan muncul hanya karena penyakit infeksi atau gejala limfoma.

Selain itu, pasien sering berkeringat dan mengigil. Di malam hari biasanya metabolisme seseorang mulai menurun, termasuk rasa meriang, menggigil, terutama menjelang malam hari. Tak jarang, pasien juga mengalami demam di atas 38 derajat Calcius.

Lama-kelamaan, pasien penderita kanker stadum empat bakal sering mengeluh kelelahan dan mendadak mengalami penurunan berat badan. Pasien kehilangan berat badan lebih dari 10 persen berat semula. Biasanya mereka penurunan berat badan tanpa disertai penyebab dan gejala," bebernya.

Dihubungi terpisah, Dr Ronald A Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM, FINASIM, dari Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) menjelaskan, walau kanker getah bening sudah masuk urutan 10 besar, saat pengobatan medis dilakukan dengan tepat dan cepat, banyak pasien yang mampu menjaga penyakit di bawah kontrol dan memiliki kualitas hidup baik.

"Dari awal kemungkinan Ustaz Arifin Ilham deteksi dini kankernya dengan cepat. Kemudian dia menjalani pengobatan yang tepat, seperti disuntik. Jadi kemungkinan besar sembuh meskipun stadiumnya lanjut," pungkas Dr Ronald. (*)

 

BERITA REKOMENDASI