Utang Luar Negeri Indonesia Turun 1,83 M Dollar Amerika

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai U$356,9 miliar atau sekitar Rp4.952 triliun pada April 2018 (kurs Jisdor akhir April Rp13.877 per dolar AS). ULN tersebut turun dibanding posisi bulan sebelumnya sebesar US$358,7 miliar.

Kendati turun dibandingkan posisi Maret, utang tersebut meningkat 8,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari US$328,17 miliar. Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan penurunan ULN terjadi karena sentimen kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve.

Mekarnya bunga The Fed membuat imbal hasil (yield) surat utang AS (US Treasury) meningkat dan membuat keluarnya dana investor asing dari dalam negeri (capital outflow). "Pada April 2018, terdapat pelunasan pinjaman dan pelepasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik oleh investor asing, usai kenaikan Fed Fund Rate (bunga acuan The Fed) akhir Maret 2018," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Meski begitu, BI memastikan bahwa kepercayaan investor tetap terjaga karena adanya kepercayaan akan pengelolaan fiskal dan pasar SBN Indonesia yang cukup tinggi di tengah tekanan likuiditas global. Hal itu juga ditunjukkan dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, Moody's dari Baaa3 (positif) menjadi Baa2 (stable) pada pertengahan April kemarin. (*)

BERITA REKOMENDASI