Utang Luar Negeri Tembus US$357 Miliar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$357,5 miliar pada akhir Januari 2018. Angka ini meningkat sebesar 10,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari posisi Januari 2017 sebesar US$324,3 miliar.

Utang tersebut berasal dari ULN pemerintah dan BI (utang publik) sebesar US$183,4 miliar atau 51,3 persen dari total utang dengan pertumbuhan 13,7 persen (yoy). Sisanya, sekitar US$174,2 miliar merupakan utang swasta dengan pertumbuhan 6,8 persen (yoy).

Direktur Departemen Statistik BI Tutuk S.H Cahyono mengatakan, total ULN ini terbilang sehat, meski meningkat. Pasalnya, utang digunakan untuk kebutuhan pembiayaan produktif, baik di sektor publik maupun swasta.

"Ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya. Selain itu, utang tetap sehat karena didominasi oleh ULN jangka panjang," ujar Tutuk.

Berdasarkan jangka waktu, ULN jangka panjang sebesar US$307,2 miliar atau sekitar 85,9 persen dari total utang dan ULN jangka pendek sebesar US$50,3 miliar atau sekitar 14,1 persen dari total utang. Pertumbuhan ULN jangka panjang sebesar 9 persen (yoy) dan jangka pendek melambat 18,3 persen (yoy).

Untuk ULN sektor publik, sebesar US$183,4 miliar atau sekitar 98,1 persen merupakan utang jangka panjang. Artinya, hanya sekitar 1,9 persen berupa utang jangka pendek. Tak hanya mayoritas, BI juga mencatat bahwa pertumbuhan utang jangka panjang meningkat sekitar US$2,8 miliar pada bulan lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI