Utang Luar Negeri Tembus US$395,6 Miliar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$395,6 miliar pada kuartal ketiga tahun ini, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$197,1 miliar dan utang swasta US$198,5 miliar.

"Utang Luar Negeri Indonesia tersebut tumbuh 10,2 persen," tulis Bank Indonesia (BI) dalam keterangan resminya.

Namun, BI mengungkapkan pertumbuhan utang pemerintah sejalan dengan optimisme investor asing terhadap prospek ekonomi di dalam negeri. Porsi utang pemerintah ini sendiri mencapai US$194,4 miliar atau meningkat 10,3 persen.

"Sepanjang kuartal III 2019, investor nonresiden membukukan pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang cukup besar, sehingga mendorong kenaikan utang pemerintah," terang BI.

Perkembangan ini, sambung bank sentral, mencerminkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian nasional, di tengah ketidakpastian global, termasuk imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang menarik.

Pengelolaan utang pemerintah diklaim diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti jasa kesehatan, sosial, konstruksi, jasa pendidikan, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. (*)

BERITA REKOMENDASI