UU Penyelenggara Pemilu Belum Tuntas

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Berlarutnya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggara Pemilu mulai memunculkan kekhawatiran dalam diri penyelenggara. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, semakin lama proses pengesahan regulasi akan menambah beban kerja penyelenggara untuk mempersiapkan tahapan.

"Jadi bukan menghambat, hanya menambah beban kerja KPU saja, karena mestinya KPU bisa melakukan hal itu dalam waktu yang lama, tapi sekarang tidak bisa," ujar Arief di Jakarta, Rabu (14/06/2017).

Menurut Arief idealnya regulasi untuk pemilu 2019 bahkan sudah selesai pada akhir 2016 lalu. Namun urung terjadi karena belum siapnya pemerintah bersama DPR membahasnya bersama. "Saya sudah minta (RUU Pemilu) diselesaikan dari tahun lalu, kalau ditanya amannya kapan, ya tahun lalu," ucap Arief.

Menurut Arief, yang bisa dilakukan KPU saat ini hanya berharap agar RUU penyelenggaraan pemilu tersebut dapat segera tuntas dan bisa segera diundangkan. Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan KPU dalam menyosialisasikan aturan baru tersebut kepada masyarakat. (*)

BERITA REKOMENDASI