Vaksin Covid DIY Menipis, Mungkinkah Minta Bantuan Langsung ke Luar Negeri?

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Antusiasme warga DIY untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 tampak luar biasa sampai saat ini. Namun, di sisi lain ketersediaan vaksin belum sebanding dengan keinginan warga masyarakat tersebut.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan pihaknya kini terus berupaya mendorong agar pemerintah pusat memperbanyak alokasi vaksin untuk DIY. Pasalnya, kini masih banyak warga yang ingin divaksin namun kesulitan mendapat suntikan.

“Sekarang kami mendesak percepatan vaksinasi. Sekarang roadmap DIY belum jelas karena semua tergantung pusat. Kami mendesak pusat memberikan prioritas ke DIY, kalau secara sistem September bisa selesai DIY. Puskesmas kita kerahkan, TNI Polri juga, kesadaran masyarakat tinggi tapi ini vaksinnya tidak ada. Orang pada daftar tapi vaksinnya tidak ada,” tandas Huda, Selasa (3/8/2021).

Huda menilai, saat ini vaksinasi jadi salah satu jalan terbaik untuk membentuk herd immunity yang juga menurunkan keparahan dan angka kematian masyarakat. “Selain PPKM, vaksinasi ini cara paling baik saat ini untuk mengatasi situasi, kami mendesak percepatan ini,” tegasnya.

Sementara, terkait kemungkinan meminta bantuan suplai vaksin dari negara-negara sahabat yang memiliki kedekatan dengan DIY terutama Kraton Yogyakarta, Huda menilai hal tersebut bisa saja dilakukan. Hanya saja, kini semua diatur pemerintah pusat yang tentu akan mengundang konsekuensi tersendiri.

“(DIY kerjasama dengan Belanda) Kalau bisa begitu kita akan lakukan. Masalahnya semua dikendalikan pemerintah pusat. Kalau bisa begitu kita lakukan (kerjasama dengan Belanda atau negara sahabat lainnya),” pungkas Huda.

Berdasar data Pemda DIY per 31 Juli 2021, secara keseluruhan sudah ada 1.167.001 warga yang mendapatkan vaksin tahap pertama atau (40,53 persen). Sementara untuk vaksin tahap kedua, 436.266 orang (15,15 persen). (Fxh)

BERITA REKOMENDASI