Vaksinasi Tembus 10 Juta, Indonesia Masuk Posisi 4 Besar Terbanyak di Dunia

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia menjadi negara non-produsen vaksin Covid-19 yang menduduki urutan keempat vaksinansi Covid-19 terbanyak di dunia yang telah mencapai angka 10 juta vaksin.

“Alhamdulillah, hari ini vaksinasi menembus 10 juta, dengan kecepatan harian mendekati 500 ribu penyintikan per hari,sehingga diharapkan di bulan Maret dan April, di mana ketersediaan vaksin 15 juta per bulan, kita sudah sesuai kecepatan penyuntikannya,” ujarnya.

Indonesia telah berhasil masuk ke dalam empat negara terbanyak melakukan vaksinasi di luar negara produsen vaksin. Brazil, Turki dan Jerman adalah tiga besar negara yang berhasil memenuhi target vaksin di masing-masing negara.

Dalam laporan pertemuannya terkait perkembangan program vaksinasi nasional kepada Presiden Joko Widodo pada Senin (29/3), Budi juga melaporkan bahwa ada faktor eksternal yang berpotensi menghambat laju vaksinasi nasional. Di beberapa negara di Eropa terjadi lonjakan kasus Covid-19, sehingga mulai terjadi embargo vaksin. Lonjakan kasus disebabkan salah satunya akibat mobilitas yang terlalu agresif di negara-negara tersebut. Hal itu menurutnya bisa menganggu kedatangan vaksin beberapa bulan kedepan, terutama dari negara-negara yang memberlakukan embargo.

“Jadi kita harus hati-hati mengatur pemberian vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin. Selain itu, arahan Presiden kita jangan sampai kehilangan momentum perbaikan lewat PPKM, jangan sampai terjadi lonjakan penularan lagi seperti di Eropa,” tuturnya.

Ia meminta kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) agar berkenan mendapatkan vaksin untuk menekan jumlah wafatnya lansia di Rumah Sakit. Selain itu, ia berharapa pada seluruh masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol 3M meskipun telah mendapatkan vaksin.

“Tolong dibantu semua orang tuanya, semua yang diatas 60 tahun segera diajak vaksinasi. Kita konsentrasi pemberian vaksinasi ke lansia, karena akan menurunkan jumlah yang wafat di Rumah Sakit. Kalau kita segera vaksinasi lansia, akan sangat kecil tekanan di Rumah Sakit dan tenaga kesehatan kita,” ujarnya.

Terakhir Budi menghimbau kepada masyarakat untuk tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan meskipun sudah di vaksin, karena menurutnya vaksin bukan membuat kita kebal dan tidak mungkin kena, tapi karena antibodi kita baik, bisa cepat sembuh tanpa harus dirawat di Rumah Sakit.

BERITA REKOMENDASI