Vaksinolog: Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar

Editor: KRjogja/Gus

KRjogja.com – Vaksin COVID-19 dengan merek AstraZeneca diketahui telah digunakan
di Indonesia bersama merek vaksin lain yang lebih dahulu hadir. Untuk menghindari informasi
yang keliru terkait vaksin ini, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, vaksinolog, menjelaskan
pentingnya masyarakat untuk mengetahui tentang vaksin merek AstraZeneca dengan lebih baik
lagi.

“Vaksin AstraZeneca secara umum merupakan vaksin yang aman dan efektif. Vaksin
AstraZeneca bersama Sinovac dan Shinoparm sebelumnya sudah mendapatkan Emergency Use
Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). EUA ini merupakan
kajian akademis yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, vaksin apapun yang telah
mendapatkan EUA dari Badan POM bisa dipastikan keamanan dan efektivitasnya,” tegas dr.
Dirga.

Penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang
paling banyak digunakan di dunia, “Penggunaan vaksin AstraZeneca yang sudah disuntikan
hingga saat ini mencapai puluhan juta dosis,” ungkap dr. Dirga.

Hal lain yang perlu diketahui masyarakat adalah, vaksin yang sudah diberikan izin penggunaan
secara luas, masih terus diawasi penggunaanya. Proses ini merupakan proses berkelanjutan
yang mengedepankan prinsip kehati-hatian agar vaksin yang digunakan senantiasa aman di
masyarakat.

“Tentu proses evaluasi dan monitoring setelah mendapatkan EUA ini terus berjalan. Para ahli,
Badan POM, dan Kementerian Kesehatan terus mengawal peredaran dan penggunaan vaksin
ini di masyarakat,” terang dr. Dirga lebih lanjut.

Terkait dengan beberapa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang masih diduga ada
hubungannya dengan vaksin Astrazeneca, dr. Dirga menegaskan bahwa reaksi pasca vaksinasi
adalah hal yang wajar. “Ini menunjukkan bahwa vaksin bekerja karena vaksin memiliki zat antigen
sehingga perlu proses pengenalan pada tubuh untuk membentuk antibodi. Secara keseluruhan,
KIPI pada AstraZeneca masih bersifat ringan dan bisa ditangani,” ujarnya.

dr. Dirga juga menambahkan, “Saat ini kita mendengar informasi beberapa kasus pembekuan
darah abnormal yang disebut thrombosis yang dihubungkan dengan vaksin AstraZeneca. Sejauh
ini yang kita ketahui kejadian thrombosis ini amat sangat kecil yakni hanya 10 kasus dari 1 juta
orang yang menerima vaksin AstraZeneca. Kondisi inipun masih bisa ditangani secara medis.
Para ahli saat ini terus mempelajari karakteristik kondisi thrombosis ini, namun dibandingkan
dengan thrombosis akibat terinfeksi COVID-19, kejadian yang diakibatkan AstraZeneca sangat
kecil. Kesimpulannya, vaksin AstraZeneca aman dan manfaatnya jauh lebih besar daripada
risikonya,” paparnya.

Selain itu, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan AstraZeneca. “Banyak
negara di Eropa dan Asia yang sudah menggunakan AstraZeneca dan bisa dilihat bahwa
laporannya berhasil menekan kasus baru. Salah satu laporan menunjukkan bahwa setelah dosis
pertama efektivitasnya sebesar 65% mampu mencegah penularan dan efektivitasnya untuk
mencegah COVID-19 yang bergejala hingga 72%,” lanjut dr. Dirga.

Terakhir dr. Dirga mengajak masyarakat untuk tidak takut dan tidak ragu menggunakan vaksin
AstraZeneca ataupun vaksin lain yang digunakan di Indonesia. “Kita tahu vaksin merupakan
instrumen yang sangat penting untuk mengendalikan pandemi,” tutup dr. Dirga.

BERITA REKOMENDASI