Virus Korona Belum Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemenkes

Tak dapat dipungkiri, wabah virus korona Wuhan (2019-nCoV) menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Data terakhir yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sudah 19 negara yang terinfeksi virus tersebut.

Menariknya, hingga saat ini kabar mengenai adanya virus korona Wuhan masih belum ditemukan di Indonesia. Hal tersebut rupanya membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, apa yang membuat Indonesia terhindar dari virus tersebut?

Padahal, wabah virus korona Wuhan telah ditemukan di empat negara tetangga Indonesia yakni, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia. Terkait hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjabarkan sebuah fakta penting yang bisa menjadi rujukan masyarakat Indonesia.

Berdasar pemaparannya, penularan suatu penyakit itu melibatkan tiga elemen penting yakni, host, environment, dan agentnya.

"Kalau bicara soal penyakit kita harus membahas tiga hal penting yakni host, environment dan agentnya. Nah, dalam kasus ini, agentnya itu nCoV, hostnya itu kita manusia. Kemudian untuk environment-nya, di Hubei iklimnya seperti apa? Dingin. Sementara di sini kan panas. Mungkin itu salah satu hal yang membuat virus korona Wuhan belum ditemukan di Indonesia," ungkap Anung Sugihantono, di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Anung mengatakan, ia sendiri tidak yakin kalau virus korona Wuhan tidak ada Indonesia. Kemungkinan itu selalu ada. Namun penularan virus ini tidak terjadi karena masyarakat Indonesia dinilai memiliki imunitas yang baik.

"Kemarin saya juga dikonfirmasi soal hal-hal seperti ini. Saya tidak yakin kalau tidak ada kumannya, kumannya mungkin sudah ada tapi orang indonesia lebih sehat. Seperti yang selalu Pak Menteri katakan, imunitas lah yang menolong kita. Kita kan sudah lebih dahulu mengingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," tegas Anung.

"Jadi kalau ditanya mengapa di Indonesia belum ditemukan virus korona Wuhan, itu karena kita sudah mengupayakan PUO Under Surveillence. Maksudnya, dalam konteks suspect itu selalu kita amati. Sampai sekarang alhamdulillah tidak ada novel corona virus," tandasnya.

Lebih lanjut, Anung menjelaskan tentang tata cara menjaga daya tahan tubuh. Caranya cukup sederhana dengan mendapatkan istirahat yang cukup, gizi seimbang, dan rutin berolahraga. Program Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bisa menjadi pedomannya.

"Sebenarnya Germas itu hal yang utama, cukup istarahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan olahraga teratur itu menjadi bagian penting di samping berdoa seperti dianjurkan Pak Menteri. Aktivitasnya juga jangan berlebihan supaya daya tahan tubuh tidak menurun," tutup Anung.

 

BERITA REKOMENDASI