Wah… Kalau Ini Huntap, Bukan Huntara

Editor: Ivan Aditya

SEBANYAK tujuh unit hunian sementara (Huntara) yang dibangun Tim Dompet 'KR' di Palu dan Sigi sudah hampir jadi. Bahkan sebagian tinggal finishing sehingga bisa segera dihuni penerimanya.

"Wah kalau ini huntap, bukan huntara," kata Arman, salah satu calon penerima saat melihat kondisi huntara yang akan dia tempati bersama keluarganya, Sabtu (26/01/2019).

Arman bisa mengatakan seperti itu karena melihat fisik bangunan yang lebih baik dibanding yang dibangun PUPR atau lembaga lain. Antara lain lantainya diplester dengan semen, bukan berlantai kayu lapis. Lebih dari itu lokasinya juga di lahan milik sendiri.

"Jadi hunian ini bukan hanya akan kami tempati selama dua tahun seperti huntara di tempat lain. Melainkan kami tempati selamanya, sehingga layak disebut hunian tetap atau huntap," kata Arman sambil menambahkan nantinya jika mendapat bantuan huntap dari pemerintah akan dia bangun nyambung di sebelahnya sehingga jadi satu unit rumah yang lebih besar.

H Sudiarto, koordinator lapangan pelaksana pembangunan menjelaskan, secara  kualitas bangunan berukuran 4 x 6 meter persegi seharga Rp 36 juta ini mengikuti standar yang sudah ditetapkan PUPR. Namun karena akan ditempati sepanjang masa, maka kualitasnya juga dia tingkatkan, sehingga bisa lebih awet.

"Kalau huntara bersama yang dibangun PUPR merupakan rumah panggung di tanah lapang, sehingga lantainya terbuat dari kayu lapis. Karena sudah kena air hujan, saya lihat sudah banyak yang lapuk atau mengelupas lemnya. Namun karena hanya untuk dihuni sekitar dua tahun, maka saya kira tidak apa-apa," paparnya.

Dijelaskan,  huntara bantuan pembaca 'KR' rangkanya berupa baja ringan dengan atap galvalum. Sedang dindingnya berupa lembaran GRC tebal. Lantainya diplester dengan semen. Karena itu bisa digunakan untuk jangka panjang. (Fie)

BERITA REKOMENDASI