Wamendag : Aset Kripto Bukan Alat Pembayaran

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA.KRJOGJA.com – Wakil Menteri Perdagangan RI (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan, aset kripto hanyalah sebuah komoditas dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Alat pembayaran sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia hanyalah Rupiah.

“Perlu kita sampaikan kepada publik, di Indonesia aset kripto hanyalah sebagai komoditas. Ini yang sering kita sampaikan. Clear, jelas, dan tegas. Kenapa? Karena banyak yang mungkin mis-persepsi, mungkin mengira ini bisa dijadikan sebagai alat pembayaran, padahal tidak. Alat pembayaran sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia hanyalah Rupiah,” kata Jerry Sambuaga dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar secara virtual bertajuk “Menoropong Aset Kripto di Indonesia”, Senin (05/07/2021).

Wamendag pun menjelaskan, karena kripto hanyalah sebatas komoditas maka itu disebut sebagai aset kripto. Pada tahun 2015 aset kripto belum begitu booming, namun sekarang kalau lihat nilai transaksi berdasarkan data yang ada itu sebesar Rp101,7 triliun. Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Menurut Jerry, ada potensi yang sangat besar dari komoditas ini karena ada antusiasme masyarakat khususnya generasi muda. Kementerian Perdagangan kemudian akan meregulasi ini agar lebih sistematis dan ada peraturan yang jelas sebagai payung hukum. Tujuannya adalah proteksi dan pertimbangan kepada konsumen.

“Bagaimana memastikan konsumen, ya ini melindungi secara penuh. Oleh karena itu saya sampaikan, ke depannya nanti ya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami akan establish di bursa untuk memastikan semua transaksi, pencatatannya, penyimpanannya, dan aktivitasnya, dan seluruhnya terorganisir dengan baik, terregulasi dengan baik, sehingga konsumen itu terlindungi,” jelas Jerry.

Ditambahkan Jerry, menurut undang-undang yang berlaku karena sifatnya adalah komoditas maka itu harus diperdagangkan di bursa. “Jadi kami melaksanakan amanat karena ini sebagai komoditas yaitu memang seharusnya domainnya adalah di bawah Kementerian Perdagangan. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, pada publik bahwa ini akan diatur. Kedepannya, nanti ketika aturan ini sudah dibentuk kami harapkan bisa menjamin perlindungan konsumen,” paparnya.

Jerry mengatakan, Kementerian Perdagangan diakatakan akan memastikan kepada publik bahwa filosofi dari peraturan yang akan dibuat semata-mata adalah untuk proteksi, untuk perlindungan masyarakat yang bermain aset kripto.

Lebih lanjut Jerry mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai pelaku aset kripto. Diantaranya, sebelum memutuskan untuk bertransaksi aset, pelajari benar tentang aset kripto, mekanisme perdagangan, dan penyelesaiannya

Kemudian, pastikan menjadi pelanggan pada calon pedagang aset kripto yang memiliki tanda daftar dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pastikan menginvestasi dana untuk jenis aset kripto yang telah ditetapkan oleh Bappebti.

Selain potensi keuntungan, pelajari juga risiko yang mungkin timbul. Tak kalah penting, pantang percaya dengan janji-janji keuntungan tetap atau tinggi.

Pada kesempatan ini, Wamendag Jerry Sambuaga kembali mengakui jika aset
kripto adalah aset komoditas digital yang bisa menjadi potensi luar biasa bagi masyarakat, bangsa dan negara. Karenanya, dalam waktu dekat pihaknya sedang berusaha untuk mendirikan sebuah bursa bagi aset kripto.

Pemerintah juga akan meregulasi terkait ini sehingga sistem lebih tertib dalam rangka memastikan perlindungan terhadap konsumen. “Prioritas kami adalah itu. Bursa didirikan untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen dan juga melaksanakan amanat undang-undang yang mewajibkan perdagangan komoditas adalah di bursa,” tambahnya.

Dengan adanya bursa ini semuanya akan lebih terbuka lebih open lebih akuntabel dan lebih terintegrasi. “Dengan demikian, lanjut masyarakat yang ingin bermain aset kripto akan mendapatkan keamanan, keyakinan dan kepercayaan, bahwa aset kripto ini adalah aset komuditas sebagaimana aset-aset komuditas lain seperti logam mulia, emas, pertanian dan seterusnya,” jelas Jerry Sambuaga. (Imd)

BERITA REKOMENDASI